The 1st ICTMAS : Menguatkan Kolaborasi Internasional dalam Bidang Meteorologi Tropis dan Sains Atmosfer
By Tim Diseminasi PSTA, 24 Sep 2018

Bandung, Rabu – Kamis (19-20/09/2018), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN bekerjasama dengan Program Studi Meteorologi, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan komferensi internasional bernama “International Conference on Tropical Meteorology and Atmospheric Science (ICTMAS)”. Dilaksanakan di Aula Barat dan Aula Timur ITB, acara ini dibuka dengan laporan oleh Trismidianto selaku Ketua Pelaksana acara. Dalam laporannya, Midi menyampaikan tujuan dilaksanakannya acara ini yaitu untuk mendiseminasikan hasil riset sains dan teknologi dalam bidang meteorologi tropis dan sains atmosfer yang akhir – akhir ini sangat menarik dikaji baik oleh masyarakat umum, mahasiswa, maupun saintis sendiri. Acara ini dapat menjadi salah satu media sharing keilmuan terkini dari berbagai bidang dan topik berkaitan yang dikaji.

7 topik utama yang dikaji pada konferensi ini terdiri dari Interaksi Udara-Laut; Meteorologi Tropis; Sains Atmosfer; Lingkungan dan Kimia Atmosfer; Simulasi Atmosfer dan Pemodelan; Teknologi dan Instrumentasi Pengamatan Atmosfer; dan Aplikasi Sains dan Teknologi Atmosfer terkait Bencana, Maritim, dan Perubahan Iklim. Selain sharing keilmuan, ICTMAS ini juga bertujuan untuk menguatkan kolaborasi internasional dalam bidang riset dan edukasi, khususnya dalam bidang meteorologi tropis dan sains atmosfer. Panitia telah menyeleksi abstrak yang dikirimkan dan menerima 160 abstrak dari peserta yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dari Jepang, Malaysia, Filipina, India, Singapura, Peru, Tiongkok, dan Indonesia yang terdiri dari 76 peserta sebagai presenter oral dan 84 peserta yang akan mempresentasikan dalam bentuk poster.

Rektor ITB, Kadarsah Suryadi selaku tuan rumah menyampaikan sambutan selamat dating kepada para peserta konferensi dari berbagai negara dan berbagai kalangan di bidang penelitian, pendidikan, teknologi, dan industri. Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin juga menyampaikan dalam sambutannya terkait dinamika atmosfer di negara beriklim tropis yang sangat penting dikaji. Disampaikan juga keprihatinannya pada bencana angin topan Mangkhut yang melanda beberapa negara Asia belakang ini. Oleh karena itu, lembaga litbang termasuk PSTA dirasa perlu memperhatikan permasalahan tersebut, dan menghasilkan berbagai sistem mitigasi bencana yang dapat dimanfaatkan oleh warga.

Dalam konferensi ini hadir beberapa pembicara yang bertindak sebagai keynote speaker, yaitu Direktur Pengembangan Teknologi Industri - Kemenristek Dikti, Hotmatua Daulay; Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati; dan Direktur JAMSTEC, Kunio Yoneyama. Kemenristek Dikti menyampaikan acara ini sangat baik dilaksanakan terutama untuk kolaborasi riset dan teknologi dengan negara maju. Kepala BMKG menyampaikan materi terkait tantangan dan inovasi dalam meteorologi dan sains atmosfer untuk keselamatan dan jaminan kemakmuran masyarakat. Sementara Direktur JAMSTEC berbicara terkait review dari Year of Maritime Continent (YMC) campaign sejak 2017-2019.

Selain keynote speaker, hadir pula pembicara lainnya sebagai invited speaker, diantaranya Matthew C. Wheeler dari BOM, Australia; Shigeo Yoden, Mamoru Yamamoto, Hiroyuki Hasiguchi, dan Suichi Mori dari Kyoto University, Jepang; Piotr Flatau dari California University, USA; Adrian Matthews dari University of East Anglia, UK; John Petch dari Met Office, UK; Qosaku Moteki dari JAMSTEC; Takahiro Osawa dari Yamaguchi University, Jepang; Fredolin Tangang dari Univeristy of Malaysia; serta pembicara lainnya dari ITB, IPB, UNAND, BPPT, BMKG, dan LAPAN.

Konferensi ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkain kerjasama riset internasional The Years of Maritime Continent (YMC) 2017-2019 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan prediksi atmosfer. Informasi cuaca dan iklim di wilayah BMI sangat penting untuk masyarakat dan diharapkan akan mendukung pembangunan nasional di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, perhubungan, energi, lingkungan hidup, kesehatan dan penanggulangan bencana. Maka dengan mengikuti acara ini, diharapkan para peserta sebagai generasi muda, dapat terpacu semangatnya untuk terus melakukan riset dan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat. PSTA sendiri sebagai Lembaga litbang sains dan teknologi atmosfer, bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan berupa konferensi internasional ini agar dapat bermanfaat bagi masyarakat lebih luas.

(Diseminasi PSTA LAPAN/SR)