Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM NOVEMBER 2020
11 Dec 2020 • Dibaca : 316 x ,

Kondisi Atmosfer Pada Bulan Oktober-November 2020

Analisis bulanan kondisi atmosfer

Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada November 2020 mengalami peningkatan di Wilayah Indonesia Selatan, terutama di Laut Jawa dan Perairan Kepulauan Nusa Tenggara yang mencapai 310C. Sebaliknya,, wilayah Utara dan Barat Indonesia mengalami penurunan SPL dibandingkan Bulan Oktober 2020.  Intensitas monsoon Asia mengalami peningkatan pada November 2020 dibanding Oktober 2020, namun belum mencapai puncak karena masih terdapat aktivitas monsoon Australia. Intensitas korvengensi di wilayah Laut Tiongkok Selatan yang tinggi pada bulan sebelumnya mengalami penurunan signifikan pada November 2020 sesuai dengan berakhirnya periode siklon di wilayah tersebut. Di wilayah Indonesia, pembentukan awan konvektif mengalami peningkatan khususnya di Pulau Jawa dan Papua yang ditandai dengan area yang bernilai OLR rendah (Gambar 1).

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SPL dan OLR bulan Oktober dan November 2020 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Pengurangan area konvergensi di Laut Tiongok Selatan berdampak pada perubahan area korvengensi dan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia dibanding Bulan Oktober 2020. Peningkatan curah hujan terjadi hampir di seluruh wilayath Indonesia, terutama di Perairan Barat Pulau Sumatra, Selat Malaka, Perairan Kalimantan, Pulau Jawa, dan Pulau Papua. Curah hujan terendah terdapat di Kepulauan Nusa Tenggara dengan nilai curah hujan kurang dari 100 mm/bulan (Gambar 2)

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) di wilayah Indonesia pada bulan Oktober dan November 2020berdasarkan data GSMaP.

Data CPC hingga November 2020 menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO negatif yang berlangsung sejak Bulan Juni 2020, nilai anomali SST di wilayah Nino 3.4 kurang dari -0.4 selama 3 bulan terakhir menunjukkan indikasi kondisi La Nina Kuat. Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga Februari 2021 dengan probabilitas lebih dari 90% dan berangsur menuju netral pada Maret hingga Agustus 2021.

Selain itu, menurut data index Indian Ocean Dipole (IOD) dari BOM Australia, kondisi IOD rata-rata pada bulan November 2020 menunjukkan kondisi netral dan diprediksi tetapnetral hingga Mei 2021.

Analisis per dasarian (10 harian) bulan November 2020

Pada November 2020, aktivitas MJO dimulai pada fase 7 dan 8 di dasarian, fase 1 dan 2 pada dasarian II, serta fase 3 dan 4 pada dasarian III. Pada dasarian I, MJO bergerak dari intensitas lemah dan menguat saat memasuki dasarian II. Intensitas MJO terus meningkat hingga akhir dasarian II saat berada pada fase 2 di atas Samudra Hindia. Memasuki dasarian III MJO kembali melemah hingga akhir November saat berada di atas Benua Maritim Indonesia.

Selama Bulan November 2020 curah hujan cukup tinggi di Sebagian besar wilayah Indonesia. Pada dasarian I Sebagian besar curah hujan di wilayah Indonesia berkisar antara 60-100 mm, tapi curah hujan tinggi di Pulau Sumatra, perairan Barat Sumatra, dan perairan Selatan Jawa Tengah yang mencapai 300 mm.Tingginya curah hujan karena tingginya intensitas korvengensi di wilayah tersebut. Pergeseran area korvengensi ke arah Barat terjadi pada dasarian II dan berpengaruh terhadap penurunan curah hujan di Sebagian besar wilayah Indonesia serta peningkatan curah hujan yang sangat signifikan di Samudra Hindia. Peningkatan curah hujan terjadi pada dasarian II November, Sebagian besar wilayah Indonesia memiliki curah hujan lebih dari 180 mm kecuali Pulau Kalimantan (Gambar 3).

Gambar 3. Kondisi CH (GSMaP) dan OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dasarian bulan November 2020.

Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Menurut hasil prediksi curah hujan untuk bulan Desember 2020 – Maret 2021 menggunakan data luaranConformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition 1 November 2020, dan menggunakan data prediksi SPL POAMA m24b_e02 20 September 2020 pada Gambar 4.

Monsun Asia yang muncul pada Bulan Oktober 2020 (pada laporan variabilitas iklim Oktober 2020), mulai berangsur-angsur aktif pada November 2020 (laporan variabilitas iklim November 2020). Hal ini menyebabkan daerah Indonesia bagian selatan mengalami musim hujan yang ditandai dengan curah hujan tinggi di beberapa daerah tersebut. Curah hujan yang tinggi di daerah Indonesia bagian selatan diprediksi terjadi hingga Desember 2020, mengalami puncak curah hujan pada Januari 2021 dan berangsur-angsur menurun pada Februari 2021.

Hasil prediksi menunjukkan peralihan angin, dari monsoon Asia ke monsoon Australia terlihat pada Bulan Maret 2021, meskipun di Indonesia bagian selatan masih terdapat curah hujan yang relative tinggi.

Gambar 4. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) 1 November 2020 dan SPL prediksi dari POAMA (m24b_e02) yang dikeluarkan pada tanggal 20 September 2020.

 

Tim Variabilitas Iklim 2020 – PSTA LAPAN:

(Haries Satyawardhana, Eka Putri Wulandari, Gammamerdianti)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL