Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


KOMISI VII DPR RI TINJAU ASTINA DAN INDRAPRASTA
Penulis Berita : • Fotografer : • 15 Dec 2020 • Dibaca : 933 x ,

PSTA (14/12). Tinjauan lapangan pada rangkaian kunjungan kerja Komisi VII DPR RI dilaksanakan di PSTA-LAPAN sekira pukul 15.00 WIB. Kepala PSTA-LAPAN, Didi Satiadi memandu rombongan meninjau media center Atmospheric Science and Technology Information System (ASTINA) dan Data Center INDRAPRASTA atau Informasi di Graha Pranata Sains dan Teknologi Atmosfer.

Kepala PSTA-LAPAN, mengatakan bahwa ASTINA sebagai sarana sistem informasi layanan atmosfer, dikembangkan dengan basis data satelit dan pengamatan terresterial terintegrasi serta pengetahuan sains atmosfer dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini. Menurut Didi Satiadi, LAPAN sebagai lembaga litbang mendukung upaya pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait melalui kegiatan penelitian dan pengembangan yang disebut Decission Support System (DSS). Salah satu produk DSS tersebut, ungkapnya, adalah Sattelite-based Disaster Early Warning System atau biasa disebut SADEWA dan sistem pemantauan hujan spasial atau yang disebut SANTANU. SADEWA dan SANTANU merupakan produk litbang PSTA-LAPAN yang dikembangkan untuk mendukung peringatan dini dan pengelolaan resiko bencana hidrometeorologis oleh otoritas terkait, tegasnya.

Selanjutnya rombongan meninjau Data Center INDRAPRASTA yang ada di PSTA-LAPAN. "SADEWA didukung oleh sistem pengamatan berbasis satelit serta sistem prediksi berbasis model Weather Research and Forecasting (WRF) dan High Performance Computing (HPC), di PSTA, HPC ini disebut sebagai Komputasi Prediksi Numerik Atmosfer (KRESNA)” tutur Didi Satiadi.

Kebutuhan PSTA akan HPC untuk berbagai keperluan termasuk desain atmosfer dan prediksi atmosfer, tambah Didi Satiadi, PSTA sangat membutuhkan sekali HPC yang besar, saat ini di PSTA-LAPAN tersedia 3.500 cores, hal ini untuk bisa meningkatkan resolusi dan juga akurasi model-model di PSTA, pungkasnya kepada rombongan Komisi VII DPR RI.

Ketua Tim Kunjungan Komisi DPR RI, Eddy Suparno juga menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan ke LAPAN Bandung ini dalam rangka memahami peran LAPAN dalam mitigasi bencana, cuaca antariksa, benda jatuh dan pemanfaatan atmosfer untuk mendukung Indonesia yang lebih maju dan mandiri.

Sebelumnya, bertempat di Kantor Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Halimurrahman menyampaikan paparan tentang Sains dan Teknologi Antariksa dan Atmosfer sebagai Penggerak Sektor Pembangunan Nasional. Jelasnya, riset dan inovasi bidang sains antariksa dan atmosfer 2020-2024 sebagai penggerak sektor pembangunan nasional, adalah Decision Support System (DSS), Pengembangan Decision Support Tool (DST), Infrastruktur Iptek strategis, dan teknologi untuk pencegahan dan mitigasi pascabencana.

Halimurrahman mengungkapkan pada DSS adalah meliputi penginderaan jauh untuk kawasan konservasi, pencegahan pencemaran, kebencanaan, dan pemanfaatan sumber daya alam hal ini sebagai sistem pendukung keputusan para pengambil kebijakan. Sedangkan pengembangan DST adalah berbasis Sains dan Teknologi Atmosfer untuk mendukung Smart Water Management System (SWMS). Infrastruktur yang dikembangkan bidang sains antariksa dan atmosfer saat ini adalah Observatorium Nasional (Obsnas) di NTT serta Laboratorium Terbang Nasional dan teknologi untuk pencegahan dan mitigasi pascabencana yaitu informasi cuaca antariksa, tegas Halimurrahman.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin beserta jajaran pimpinan Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) dan Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) menyambut rombongan Komisi VII DPR RI saat tiba di LAPAN Bandung. Thomas Djamaluddin, menyampaikan gambaran umum tentang cuaca antariksa, benda jatuh antariksa, progress pembangunan Observatorium Nasional di Kupang, pengembangan teknologi pengamatan atmosfer, sains dan pemodelan atmosfer serta pemanfaatannya.

Humas: emge

Photo: gelar








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL