Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Produk Sistem Pendukung Keputusan PSTA-LAPAN Untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Penulis Berita : • Fotografer : • 19 Oct 2020 • Dibaca : 231 x ,

Focus Group Discussion Sains Atmosfer seputar Teknologi, Lingkungan, dan Iklim Terkini Seri 5 (SATELIT#5) telah dilaksanakan Kamis, 15 Oktober 2020 secara daring melalui media virtual zoom meeting dan live sreaming di channel youtube PSTA-LAPAN.

Kepala PSTA-LAPAN, Dr. Didi Satiadi, M.Sc. menyampaikan sambutan pembukaan FGD SATELIT#5 dengan pemaparan tentang Produk Decission Suport System (DSS) PSTA Untuk Mendukung Pembangunan. Didi Satiadi menjelaskan bahwa perubahan iklim merupakan isu penting yang dihadapi oleh umat manusia dan menjadi arus utama dalam perencanaan pembangunan nasional. Dalam hal ini, PSTA-LAPAN berupaya untuk ikut berkontribusi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan sistem pendukung keputusan terkait perubahan iklim atau lebih dikenal dengan nama SRIRAMA. “Visi PSTA adalah untuk menjadi Penggerak Sektor-Sektor Pembangunan Nasional Berbasis Sains dan Teknologi Atmosfer. Dengan misi penguatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing melalui pemanfaatan sains dan teknologi atmosfer dalam pembangunan nasional. Untuk mencapai visi dan misi tersebut maka kami membangun proses bisnis PSTA yang menggambarkan rantai nilai dari input, menjadi proses, output, outcome, impact dari berbagai bagian di PSTA yang melaksanakannya ada lima kelompok penelitian utama yaitu kelompok penelitian lingkungan atmosfer, keselamatan transportasi dan kebencanaan, ketahanan pangan dan kemaritiman, perubahan iklim, dan teknologi atmosfer. Pelaksanaannya didukung oleh lima laboratorium utama dengan output berupa hasil pengamatan, pengetahuan atau kajian, model, prediksi yang dikemas dalam DSS yang diharapkan dapat membantu berbagai sektor pembangunan di Indonesia yang berkontribusi untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Roadmap pengembangan di PSTA, pada tahun 2020 hingga 2024 ini, PSTA berfokus untuk pengembangan DSS di bidang ketahanan pangan, keselmatan transportasi, dan juga adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Beberapa produk yang dihasilkan PSTA, yang dikembangkan untuk kebutuhan berbagai sektor pembangunan seperti SADEWA untuk kebencanaan, SEMAR untuk kelautan dan perikanan, SRIKANDI untuk lingkungan atmosfer, SANTANU untuk kebencanaan, JATAYU untuk keselamatan transportasi, KAMAJAYA untuk pertanian atau ketahanan pangan, SRIRAMA untuk perubahan iklim, dan INDRA untuk sumber daya air.

Dalam kesempatan FGD kali ini akan disampaikan terutama untuk SRIRAMA. SRIRAMA ini memberikan informasi proyeksi perubahan iklim diseluruh wilayah Indonesia berbasis hasil simulasi dari model iklim CCAM hingga 50 dan hingga 100 tahun kedepan yang mudah-mudahan dapat digunakan untuk perencanaan tata ruang, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim.” Jelas Didi Satiadi.

Kepala PSTA-LAPAN berharap kegiatan FGD SATELIT#5 memberikan manfaat bagi seluruh peserta yang hadir dan bagi pembangunan Indonesia.

Dipandu oleh Peneliti PSTA-LAPAN, Dr. Noersomadi, M.Si. sebagai moderator, sesi pertama FGD SATELIT#5 menghadirkan Ketua Kelompok Penelitian Perubahan Iklim PSTA-LAPAN, Drs. Bambang Siswanto, M.Si., Peneliti pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Riyani Setiyaningsih, S.Si, M.Sc., dan Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian, Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si.

Ketua Kelompok Penelitian Perubahan Iklim PSTA-LAPAN, Drs. Bambang Siswanto, M.Si. menyampaikan pemaparan tentang Program Kegiatan Perubahan Iklim di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer dalam paparannya, Bambang menjelaskan program-program kegiatan di lingkungan kelompok penelitian perubahan iklim PSTA-LAPAN.

"Program kegiatan perubahan iklim PSTA adalah melaksanakan penelitian variabilitas dan perubahan iklim di wilayah Benua-Maritim Indonesia. Penelitian proses-proses fisika dan kimia terkait perubahan iklim untuk meningkatkan representasinya di dalam model atmosfer termasuk hubungan matahari-bumi". Jelas Ketua Kelompok Penelitian Perubahan Iklim PSTA-LAPAN.

Peneliti pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Riyani Setiyaningsih, S.Si, M.Sc. menyampaikan topik paparan tentang Keberadaan Vektor Penyakit di Indonesia. Dijelaskan bahwa terdapat kecenderungan yang berbeda untuk setiap wilayah di Indonesia terkait distribusi dan fluktuasi vektor penyakit di Indonesia.

"Distribusi dan fluktuasi vektor cenderung berbeda di wilayah Indonesia. Kondisi lingkungan berpengaruh terhadap keberadaan vektor. Studi longitudinal diperlukan untuk mendapatkan gambaran kepadatan dan perilaku vektor serta potensi menularkan agen penyakit di suatu daerah". Tegas Riyani.

Pembicara selanjutnya adalah Peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian, Dr. Drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si. yang menyampaikan pemaparan tentang Pengaruh Iklim Terhadap Penyakit Yang Disebarkan Hewan. Indi mengatakan bahwa terdapat dampak baik langsung dan tidak langsung dari perubahan iklim terhadap manusia dan lingkungannya.

"Dampak langsung dari perubahan iklim pada habitat adalah perubahan ekosistem, ditambah dengan peningkatan tekanan antropogenik pada lingkungan, sehingga sangat mempengaruhi biodiversity, yang selanjutnya berdampak pada munculnya dan transmisi dari penyakit infeksius. Iklim juga memiliki banyak efek tidak langsung melalui faktor sosial ekonomi. Banjir dapat menghambat langkah-langkah pengendalian penyakit yang ada, termasuk pengendalian vektor." ungkap Indi.

Pada sesi kedua, dihadirkan pembicara dari Direktorat Indentifikasi dan Kerentanan Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Ir. Arif Wibowo, M.Sc., Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ir. Medrilzam M., Ph.D., dan Perkayasa PSTA-LAPAN, Drs. Mahmud menyampaikan pemaparan tentang Sistem Informasi Perubahan Iklim (SRIRAMA).

Kasubdit Indentifikasi dan Kerentanan Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim KLHK, Ir. Arif Wibowo, M.Sc. menyampaikan pemaparan tentang Hasil-Hasil Kajian Pada Perubahan Iklim di Indonesia. Arif menjelaskan tentang strategi untuk ketahanan dalam menghadapi perubahan iklim di Indonesia. "Strategi untuk ketahanan terhadap perubahan iklim adalah dengan membuat instrumen kebijakan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana dengan integrasi ke dalam perencanaan pembangunan dan mekanisme keuangan. Peningkatan literasi iklim tentang kerentanan dan risiko, pendekatan berbasis lanskap untuk pemahaman komprehensif, penguatan kapasitas lokal pada praktik terbaik hingga peningkatan manajemen pengetahuan, partisipasi pemangku kepentingan, dan penerapan teknologi yang adaptif adalah penting". Ungkapnya.

Direktur Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ir. Medrilzam M., Ph.D. menyampaikan pemaparan tentang Kebijakan Penanganan Ketahanan Iklim Indonesia. Dijelaskan bahwa kebijakan perlu diambil untuk permasalahan perubahan iklim di Indonesia.

"Build Back Better with Low Carbon Development (B3-Low Carbon) adalah dengan eskalasi sistem pangan, menciptakan lapangan kerja hijau, investasi pada infrastruktur hijau, pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi sirkular, dan menjaga keanekaragaman hayati."

Pembicara terakhir adalah Perkayasa PSTA-LAPAN, Drs. Mahmud yang menyampaikan pemaparan tentang Sistem Informasi Perubahan Iklim (SRIRAMA). Mahmud menegaskan bahwa SRIRAMA merupakan sistem informasi berbasis web sebagai produk DSS PSTA-LAPAN.


"Sistem Informasi berbasis web yang memberikan informasi mengenai perubahan iklim berikut kajian dampaknya untuk wilayah Indonesia yang mengacu pada hasil running model atmosfer divisualisasikan secara spasial dan temporal" dalam akhir paparannya disampaikan bahwa SRIRAMA dapat digunakan untuk perencanaan tata ruang, mitigasi, dan adaptasi perubahan iklim sehingga diharapkan akan memberikan dampak untuk mendukung pembangunan nasional.

Humas:emge








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL