Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Social Distancing Efektif Menaikkan Kualitas Udara?
10 Apr 2020 • Dibaca : 772 x ,

Terdapat perbedaan kualitas udara Pulau Jawa sebelum dan saat diterapkan social distancing atau penerapan pengurangan aktivitas di luar rumah (bekerja, belajar, beribadah di rumah) guna mencegah penyebaran covid-19 oleh pemerintah Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA)-LAPAN, Nani Cholianawati dalam wawancaranya dengan radio El-Shinta, Kamis (9/4/2020) sekitar 07:49 pagi dengan topik "Efek social distancing terhadap kualitas udara Jakarta dan kota lainnya di Pulau Jawa dari hasil pantauan satelit".

Melalui hasil pantauan satelit, Nani membandingkan kualitas udara Jakarta dan kota lainnya di Pulau Jawa pada waktu sebelum dan saat dilakukan social distancing. Hasilnya, memperlihatkan bahwa kualitas udara di beberapa kota jauh lebih bersih, namun di beberapa kota lainnya justru mengalami peningkatan. Lebih lanjut Nani menyampaikan bahwa kualitas udara berkaitan erat dengan sumber emisi. Emisi polutan bisa bersumber dari asap kendaraan dan asap pabrik. Hasil penelitian terbaru menunjukkan terdapat kaitan antara kualitas udara yang buruk terhadap jumlah kematian akibat penyakit COVID19. Hal ini berkaitan dengan pengaruh buruk paparan PM2,5 terhadap kesehatan manusia khususnya penyakit pernafasan. Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di kota besar harus lebih waspada dengan membatasi kegiatan outdoor dan mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu menggunakan masker beraktivitas di luar.

"...intinya pengaruh penerapan social distancing pada kualitas udara di jawa, khusus area Pantai Utara Jawa terpantau menurun, namun ada peningkatan di daerah tengah dan selatan". Ungkap Nani.

Sumber : NO2 troposfer dari sensor OMI satelit AURA resolusi spasial 0,25 derajat lintasan di ekuator sekitar 13.30

Saat ini di Pulau Jawa masih mengalami musim hujan. Dan hujan merupakan faktor meteorologi yang berperan penting dalam pencucian polutan sehingga meningkatkan kualitas udara di beberapa wilayah sebagaimana terlihat pada gambar yang bernilai negatif (menurun). Pengaruh dari polutan terutama yang dominan dari debu (asap-asap pabrik, asap-asap kendaraan) tersebut mengurangi jarak pandang (visibilitas).

Sumber : PM2,5 permukaan dari reanalysis HIMAWARI dan MASINGAR (JMA) dengan resolusi spasial 0,4 derajat resolusi temporal setiap jam

"..jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, peningkatan kualitas udara tersebut belum terlihat pengaruh, mana yang lebih dominan apakah hujan atau penerapan social distancing?" tegas Nani Cholianawati.

(humas:Muhtar)

Sumber gambar cover: The Jakarta Post.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL