Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Tim Reaksi Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN
Penulis Berita : • Fotografer : • 23 Mar 2020 • Dibaca : 706 x ,

Bandung [23/3/2020]. Tim Reaksi Analisis Kebencanaan (TREAK) PSTA-LAPAN semakin intens laksanakan diskusi terkait analisis kebencanaan.

Tim tanggap bencana yang dibentuk oleh Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN pada tanggal 9 Januari 2020 ini, beranggotakan pejabat struktural dan para peneliti di bidang atmosfer PSTA-LAPAN.

Dalam situasi Work From Home (WFH) atas terbitnya Surat Edaran Kepala LAPAN Nomor 2 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Tindak Lanjut Upaya Penanganan Penyebaran Covid-19 di lingkungan LAPAN, TREAK tetap laksanakan diskusi melalui koordinasi gugus tugas Whatsapp Group tim bencana dan teleconference.

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh TREAK adalah melakukan pemantauan dan diskusi analisis cuaca dan kondisi atmosfer meliputi tugas analisa, observasi, prediksi serta mencari pembanding untuk setiap informasi yang akan dihasilkan.

Untuk keluaran dari setiap diskusi, TREAK menghasilkan form layanan kebencanaan yang berisi informasi berkenaan dengan bencana hidrometeorologi yang bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi bagian dari sistem pendukung keputusan pihak-pihak terkait.

Ketua TREAK, Dr. Eng. Wendi Harjupa (23/3)

"TREAK dibentuk untuk memberikan informasi layanan kebencanaan hidrometeorologi. Jika dalam program mitigasi bencana, suatu tim bekerja dengan menganalisa data bencana hidrometeorologi setelah suatu bencana terjadi. TREAK bertugas untuk memberikan informasi lebih awal (prediksi) tentang kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh kementerian/instansi/lembaga terkait maupun para pengambil kebijakan. Prediksi yang akurat akan meminimalisir dampak buruk yang diakibatkan oleh suatu bencana. Prediksi yang dilakukan oleh TREAK berbasis pada analisis Satellite-Based Disaster Early Warning System (SADEWA). Sistem ini digagas oleh PSTA sejak tahun 2009" tegas Dr. Eng. Wendi Harjupa dalam laporannya.

TREAK memiliki komitmen bahwa tujuan dari semua diskusi adalah semata-mata supaya masyarakat aware terhadap bencana.

Kajian TREAK pada tiap diskusinya yaitu bagaimana menganalisis SADEWA. Mulai dari mempelajari data observasinya, lalu awan tumbuhnya kemudian overlay seluruh wilayah Indonesia sehingga terlihat kemungkinan awan tumbuh yang berpotensi bergerak atau membesar. Memprediksi hujan termasuk tampilan angin serta tampilan uap air dan kemungkinan pergerakannya menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses diskusi TREAK.

   

Telemeeting serta koordinasi Gugus Tugas Tim Bencana TREAK (23/3)

Untuk memperkuat analisisnya, TREAK melakukan pengecekan pada faktor global dan melihat pembanding dari windy, nullscholl atau yang lainnya.

Dengan cara demikian TREAK berharap bahwa setiap diskusi rapatnya lebih terarah. Sehingga cepat menganalisis dan cepat pula mengambil kesimpulan sebab informasi yang dihasilkan bersifat segera.

(Humas:emge)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL