Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Sedikit Analisis Terhadap Musim Saat Ini di Indonesia
23 Sep 2019 • Dibaca : 310 x ,

Banyak orang yang bertanya-tanya kok sudah memasuki bulan dengan akhiran ber-ber hujan juga belum banyak turun. Bahkan sudah banyak berita yang beredar baik di medsos maupun media lain yang mempublis kegiatan untuk meminta hujan yang sifatnya tidak masuk akal. Berita lain memuat kabut asap di Sumatera dan Kalimantan yang dapat digolongkan ke dalam katagori kejadian luar biasa (KLB) sehingga beberapa bandara tidak dapat digunakan baik untuk landing maupun take off. Lalu apa sebenarnya yang terjadi? Berikut adalah sedikit analisis terhadap besaran Indian ocean dipole (IOD) dan southern oscilation index yang mempengaruhi iklim di Indonesia saat ini.

  1. Indian Ocean Dipole (IOD)

Berdasarkan gambar 1 dapat diketahui indeks dari IOD memiliki nilai kurang lebih +1.02. nilai IOD tersebut mengindikasikan terjadinya perbedaan suhu pada samudra hindia sebelah barat dan timur, dimana nilai positif menunjukkan kecenderungan lebih dinginnya samudra hindia sebelah timur. Hal tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya curah hujan pada wilayah barat samudra hindia dan sebaliknya pada wilayah timur samudra hindia. Berdasarkan dari para ahli batasan indeks IOD akan mempengaruhi adalah lebih dari +0.4 dan kurang dari -0.4. Dengan nilai IOD saat ini maka dapat disimpulkan untuk wilayah timur samudra hindia akan mengalami musim kering.

Gambar 1 Nilai IOD saat ini (sumber: https://sadewa.sains.lapan.go.id/)

  1. El Niño Southern Ocilation (ENSO)

El-Niño dan La-Niña adalah suatu fenomena dimana terjadinya anomali suhu permukaan laut di samudra pasifik. Hal ini akan mempengaruhi wilayah sekitar pasifik khususnya Indonesia. Berdasarkan Gambar 2 diketahui nilai Ocean Niño Index (ONI) positif dimana nilai positif memiliki arti bahwa sedang terjadiinya El-Niño. Berdasarkan nilai positif tersebut menunjukkan adanya anomaly suhu permukaan laut di Samudra pasifik. Nilai tersebut menunjukan bahwa suhu permukaan laut di pasifik lebih hangat sehingga akan berakibat keringnya wilayah barat samudra pasifik yaitu Indonesia dan sekitarnya, pernyataan tersebut diperkuat dengan nilai Southern Ocilation Index (SOI) yang menunjukkan adanya nilai negatif. Nilai negatif tersebut menunjukkan perbedaan tekanan antara Thaiti dan Darwin. Nilai indeks tersebut memperkuat dugaan adanya El-Niño. Berdasarkan Gambar 2 nilai SOI cenderung turun mulai dari bulan ke-5 dan SOI meningkat mulai dari bulan ke-6 sehingga dapat disimpulkan bahwa El-Niño sudah mulai melemah.

Gambar 2 Indeks ONI dan SOI (sumber: BOM Australia)

(MN/PSTA)

Sumber Gambar: Jamstec








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL