Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Prodi Meteorologi ITB Mengetahui Lebih Lanjut Meteorologi dan Teknologi Pengamatan Sains Atmosfer di PSTA LAPAN
Penulis Berita : • Fotografer : • 21 Feb 2019 • Dibaca : 218 x ,

Bandung – PSTA (Rabu, 20 Februari 2019), sebanyak 26 mahasiswa-mahasiswi beserta 2 dosen pendamping dari program studi Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) mengunjungi kantor LAPAN Bandung. Kunjungan ini merupakan salah satu bagian dari mata kuliah Kapita Selekta Meteorologi yang dimaksudkan untuk mengetahui lebih lanjut tentang meteorologi, terutama bagian upper atmosphere dan teknologi pengamatan di PSTA LAPAN.

Sebelum dimulai acara kunjungan, seperti biasa terlebih dahulu PPID PSTA, Djoko Trianas menyampaikan terkait penjelasan WBK dan WBBM, serta saran dan survei kepuasan masyarakat kepada para peserta kunjungan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh pihak ITB yang diwakili oleh dosen pendamping, M. Rais Abdillah. Dijelaskan terkait maksud dan tujuan dari dilaksanakannya kunjungan ini.

Sambutan dari pihak LAPAN diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi PSTA, Sudirman menyampaikan bahwa PSTA juga berharap kunjungan ini dapat menambah motivasi mahasiswa dalam mempelajari atmosfer. Sambutan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil LAPAN. Dijelaskan secara umum seputar LAPAN, mulai dari logo, UU keantariksaan, kedudukan, tugas pokok dan fungsi, visi dan misi, sistem nilai, sejarah, lokasi litbang dan pemanfaatan, kedeputian, satuan kerja, kegiatan, dan lain sebaginya.

Presentasi selanjutnya disampaikan oleh peneliti PSTA, Trismidianto terkait Kajian Kopling antara Atmosfer dan Antariksa. Dijelaskan struktur vertikal atmosfer: troposfer (gejala cuaca), stratosfer (lapisan ozon), mesosfer (meteor terbakar karena ada gesekan); struktur vertikal ionosfer: wilayah F, E, dan D; proses dasar kopling atmosfer dan antariksa: apakah proses konveksi mempengaruhi ketidakstabilan ionosfer?; dinamika atmosfer dan antariksa di benua maritim ekuator: Indonesia sebagai laboratorium atmosfer; gelombang gravitasi sebagai penghubung atmosfer dan ketidakstabilan ionosfer; konveksi memicu munculnya gelombang gravitasi; proses kopling melibatkan dinamika multiskala yang bermula dari lower atmosfer; kaitan MCC dan rambatan gelombang gravitasi ke lapisan atas (upper atmosfer); dan masih banyak lagi.

 

Narasumber ketiga yaitu Ginaldi Ari Nugroho mempresentasikan terkait Teknologi Pengamatan Atmosfer di PSTA berupa integrasi sains, aplikasi, dan teknologi atmosfer. Teknologi pengamatan atmosfer terdiri dari : 1) satelit (himawari), 2) direct/in situ (AWS, CO2 monitor, dan ozon monitor), 3) ground based; teknologi remote sensing dan radar (transportable x-band radar, low cost radar (SANTANU), dan EAR); LIDAR. PSTA juga bekerjasama dengan PT. INTI dalam pengembangan radiosonde, menerbangan DADALI, Vaisala, Meisei, dan roketsonda.

Semua pertanyaan dari mahasiswa maupun dosen seperti pertanyaan data pengamatan matahari, data EAR, AWS, dan LIDAR, juga pertanyaan terkait peluncuran radiosonde dan pemanfaatan drone untuk observasi, model gravity waves serta perbedaan pemanfaatan radar LAPAN dengan BMKG dapat dijawab dengan jelas oleh narasumber. Tingginya antusiasme para peserta kunjungan membuat sesi diskusi menjadi lebih aktif.

Kunjungan ditutup dengan istirahat sholat dan makan (ISHOMA), kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke peralatan pengamatan atmosfer (SANTANU, HIMAWARI, Pyranometer, AWS, dll di Gedung 3 lantai 5 PSTA, serta kunjungan ke bus transportable radar.

(Diseminasi PSTA LAPAN/NC & SR)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL