Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Universitas Darussalam Gontor Mempelajari Informatika di PSTA LAPAN
Penulis Berita : • Fotografer : • 12 Feb 2019 • Dibaca : 198 x ,

Bandung, Selasa 12 Februari 2019, sebanyak 30 mahasiswi dan 6 dosen dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengunjungi PSTA LAPAN. Mahasiswa yang datang ini merupakan generasi pertama yang menjadi awal berdirinya kampus putri UNIDA Gontor, di program studi yang baru dibuka pada tahun 2018. Mahasiswa tersebut sedang menjalani perkuliahan di semester 2 Teknik Informatika dan berkunjung dengan tujuan untuk silaturahmi dan mempelajari tentang aplikasi informatika di PSTA LAPAN. 

Kedatangan civitas UNIDA Gontor ini disambut ramah oleh Bapak Lilik Slamet, selaku kepala bidang diseminasi PSTA LAPAN. Dalam sambutannya, Bapak Lilik menyampaikan selamat datang dan memberikan penjelasan singkat mengenai posisi PSTA dalam struktur lembaga LAPAN.

Acara selanjutnya diteruskan oleh bapak Atep Radiana, menjelaskan Kedudukan LAPAN, yang diatur oleh Perpres nomor 49, dimana LAPAN bertanggung jawab terhadap presiden melalui Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Disampaikan pula mengenai posisi PSTA di LAPAN, lokasi stasiun pengamatan LAPAN, tugas pokok dan fungsi, visi dan misi, tujuh program utama LAPAN dan empat kompetensi utama LAPAN. Empat kompetensi LAPAN dijelaskan melalui masing-masing kedeputian dan produk-produknya. Kemudian, penjelasan mengenai Decision Support System (DSS) PSTA LAPAN dilakukan dengan lebih detail. Nama DSS dipilih dengan sengaja mengambil nama wayang agar mudah diingat oleh masyarakat.

Peserta kemudian mendengarkan penjelasan tentang Aplikasi Informatika di Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer oleh Ibu Nani Cholianawati. Materi diawali dengan penjelasan mengenai atmosfer yang merupakan selimut bumi, dan mempunyai peran utama dalam mengatur suhu di bumi. Ada berbagai keilmuan mengenai atmosfer, diantaranya bidang keilmuwan meteorologi, fisika, kimia, matematika, teknik informatika dan bidang ilmu lainnya. Integrasi berbagai bidang ilmu tersebut sangat penting digunakan, salah satunya, meramalkan parameter cuaca maupun iklim melalui instrumen tertentu, model dan ilmu komputasi. Semua bidang ilmu harus berkolaborasi untuk melakukan penelitian.

Terdapat 5 kelompok penelitian di PSTA dengan produk dan bidang ilmu berbeda-beda. Sejumlah 5 kelompok tersebut adalah Kelompok Penelitian Atmosfer-Maritim, Potensi Bencana Hidrometeorologi, Perubahan Iklim, Lingkungan Atmosfer dan Teknologi Atmosfer. Sebagai sarana pendukung kegiatan penelitian, terdapat 5 laboratorium yaitu komputasi, kimia, elektronika, program, dan observasi. Adapun produk masing-masing kelompok direpresentasikan ke dalam masing-masing Decision Support System (DSS). DSS merupakan produk yang digunakan oleh para decision makers. Dimana peran PSTA adalah sebagai lembaga penelitian dan pengembangan yang memberikan informasi, sedangkan decision makers yang membuat kebijakan terkait informasi tersebut. Kelima produk DSS tersebut juga sebagai gambaran pekerjaan PSTA LAPAN dalam melakukan tugas pemantauan dan prediksi, dengan dukungan BISMA (Basis Data Atmosfer Indonesia). Kelima produk DSS tersebut yaitu:

  1. SADEWA, pemantauan dan prakiraan yang berkaitan dengan curah hujan
  2. SEMAR, pemantauan dan prakiraan yang berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan potensi produksi ikan 
  3. SRIKANDI, pemantauan dan prakiraan yang berkaitan dengan kondisi kualitas udara
  4. SANTANU, hanya pemantauan curah hujan spasial berbasis pengamatan radar
  5. SRIRAMA, prediksi iklim jangka panjang (50 sampai 100 tahun ke depan)

 Ibu Nani Cholinawati menyampaikan bahwa tren ke depan mengenai Big Earth Science data akan selalu bertambah dengan data yang semakin bervariasi. Sebagai gambaran real, sejumlah 90% data yang ada saat ini dikumpulkan hanya dalam 2 tahun terakhir. Tren tersebut harus didukung dengan infrastruktur yang berkaitan. Alasan mendasarnya yaitu, data yang terkumpul dalam jumlah besar (hingga petabyte), digunakan untuk menghasilkan informasi/knowledge yang hanya berukuran beberapa kilobyte. Sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan informasi bisa linear dengan kemampuan kita dalam menggunakan big data. Kedepannya, data mining dan machine learning menjadi hal yang sangat penting untuk di pelajari.

Setelah penyampaian materi, terdapat sesi tanya jawab yang disambut dengan antusias peserta. Pertanyaan seputar perbedaan LAPAN dengan BMKG, kerjasama LAPAN-BMKG, pemanasan global, produk satelit LAPAN, hingga perkembangan sinyal 5G. Setelah sesi ini berakhir, acara ditutup secara resmi oleh Bapak Lilik Slamet S, kemudian dilanjutkan kunjungan di ruang Media Center PSTA. Di media center PSTA, ASTINA, peserta dipandu oleh Bapak Haries Satyawardhana dengan kegiatan mencoba melihat display produk DSS dan intrepretasi informasi yang ada di dalamnya.

(Bidang Diseminasi/AP)


Your Comments
No Comments Results.
Comment Form












Please retype the characters from the image below :


Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL