Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM OKTOBER 2018
09 Nov 2018 • Dibaca : 341 x ,

Kondisi Atmosfer Pada Bulan September - Oktober 2018

Analisis bulanan kondisi atmosfer

Suhu permukaan di perairan selatan Indonesia cenderung meningkat pada bulan Oktober  2018 jika dibandingkan dengan Bulan September 2018 (Gambar 1). Selain di wilayah selatan, wilayah Utara Indonesia juga terlihat mengalami peningkatan suhu permukaan laut hingga mencapai 300C. Hal ini terjadi karena melemahnya intensitas monsoon Australia di wilayah Indonesia, dan mulai aktifnya monsoon Asia yang bersifat lembab, atau dengan kata lain Indonesia memasuki musim peralihan kering menuju basah. Hal tersebut digambarkan dari adanya perubahan arah angin global di wilayah ekuator dan Utara Indonesia. Selain itu, pembentukan awan konvektif di atas Indonesia berdasarkan data sebaran OLR pada Gambar 1 masih cukup minim yang ditandai dengan tingginya nilai OLR di sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali Pulau Sumatra bagian Utara dan Kalimantan bagian Utara yang mengalami penurunan nilai OLR mencapai 180 W/m2.

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SST dan OLR bulan September dan Oktober 2018 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Beberapa parameter atmosfer seperti angin permukaaan, SST dan OLR sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1, cukup signifikan memengaruhi curah hujan bulan Oktober 2018 (Gambar 2). Curah hujan bulan Oktober 2018 tampak lebih merata di bagian utara ekuator dan terjadi peningkatan curah hujan yang cukup signifikan di beberapa wilayah seperti pesisir selatan Pulau Sumatra dan bagian Utara Kalimantan. Di wilayah selatan ekuatir terlihat bahwa curah hujan masih rendah sama seperti bulan sebelumnya.

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) di wilayah Indonesia pada bulan September dan Oktober 2018 berdasarkan data GSMaP.

Sementara itu data CPC  menggambarkan kecenderungan kondisi ENSO positif selama Bulan Oktober 2018.  Hal ini digambarkan oleh anomali SST Nino 3.4 yang mencapai nilai 0.95oC.  Menurut IRI, secara keseluruhan berdasarkan  kondisi atmosfer dan lautan, hasil prediksi ENSO menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO terus meningkat hingga musim November-Desember-Januari (NDJ) dengan probabilitas El Nino mencapai 73%. Kondisi anomali SST diprediksi berangsur menurun hingga mencapai kondisi ENSO netral pada musim Mei-Juni-Juli (MJJ).

Kondisi Dipole Mode (IOD) di Samudra Hindia pada bulan Oktober 2018 tergolong netral berdasarkan Bureau of Meteorologi (BOM) Australia karena memiliki indeks sekitar 0.40C. Nilai indeks IOD rata-rata pada bulan  September 2018 bernilai 0.460C. Prediksi kondisi IOD yang dikeluarkan BOM menyatakan indeks IOD tetep pada kondisi netral hingga Mei 2018 dengan probabilitas 84.8%.

Analisis per dasarian (10 harian) bulan Oktober 2018

Selama bulan Oktober 2018, MJO berada dalam fase awal (fase 1 dan 2) dan bergerak dari benua Afrika menuju ke Samudra Hindia. Pada dasarian I MJO memiliki intensitas kuat, kemudian melemah pada pertengahan dasarian II dan kembali menguat pada akhir dasarian III. Posisi MJO yang berada cukup jauh dari Indonesia mengakibatkan pengaruhnya tidak cukup signifikan bagi perubahan curah hujan di wilayah Indonesia pada bulan Oktober 2018.

Gambar 3. Kondisi CH (GSMaP) dan OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dasarian bulan Oktober 2018.

Distribusi curah hujan bulan Oktober 2018 untuk wilayah Indonesia pada dasarian II lebih tinggi  dibanding dasarian I dan III. Pada dasarian I curah hujan tinggi di bagian Selatan Indonesia dan berbanding terbalik dengan wilayah Timur Indonesia yang memiliki curah hujan rendah (0-30 mm). Pada dasarian II bagian Timur Indonesia mengalamip peningkatan curah hujan sehingga secara umum pada dasarian II ini terjadi perluasan wilayah penyebaran hujan. Penurunan pembentukan awan konvektif terjadi pada dasarian III dan menyebabkan penurunan curah hujan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini diperkirakan terjadi terkait dengan indeks IOD yang rendah pada dasarian II dan meningkat hingga mencapai nilai 0.6 pada dasarian III Oktober 2018.

Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Prediksi curah hujan untuk bulan November 2018 sampai Juni 2019 menggunakan data hasil Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition 1 November 2018, dan menggunakan data prediksi SST POAMA m24b_e02 ditunjukkan oleh Gambar 4. Perbedaan dengan prediksi sebelumnya adalah penggunaan SST prediksi POAMA (dimana prediksi pada laporan sebelumnya menggunakan SST POAMA m24b_emn, mulai bulan November menggunakan SST prediksi POAMA m24b_e02).

Menurut prediksi hasil model CCAM yang dijalankan, terlihat adanya peningkatan curah hujan di Wilayah Indonesia bagian selatan dan ekuator, seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali Nusa Tenggara Kalimantan dan Papua. Hal ini terpengaruh oleh menguatnya monsoon Asia, ditandai oleh arah angin di Laut Cina Selatan yang bergerak dari arah benua Asia dan di Pulau Jawa yang berlaku angin baratan. Jika curah hujan di puncak hujan (Indonesia bagian ekuator dan selatan) pada bulan November 2018 mulai terbentuk, maka pada bulan Desember 2018 curah hujan di daerah tersebut diprediksi meningkat selaras dengan meluasnya dan meningkatnya aktivitas monsoon Asia di Indonesia. Hal ini diprediksi akan terjadi hingga Bulan Februari 2019, dan selanjutnya curah hujan prediksi menurut hasil model akan menurun seiring dengan melemahnya monsoon Asia dan mulai beralih ke monsoon Australia pada bulan Maret 2019. Menguatnya aktivitas monsoon Australia diprediksi akan diawali di bulan Apri 2019 yang menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia bagian selatan dan bergesernya puncak hujan ke arah ekuator dan utara.

Gambar 4. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) 1 November 2018 dan SST prediksi dari POAMA (m24b_e02) yang dikeluarkan pada tanggal 29 September 2018.

 

Catatan: Terdapat kemungkinan perubahan dalam prediksi yang dihasilkan di bulan selanjutnya dikarenakan update kondisi inisial dan SST prediksi yang digunakan dalam model, dan mohon diperhatikan kemungkinan error akan tinggi untuk prediksi yang jauh dari initial condition, oleh karena itu prediksi akan selalu di-update setiap bulannya.

 (Tim Variabilitas Iklim 2018 – PSTA LAPAN)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL