Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


PSTA Menyelenggarakan FGD Peran dan Pengaruh DAS dan Kaitannya terhadap DSS Bencana Hidrometeorologi
Penulis Berita : • Fotografer : • 01 Oct 2018 • Dibaca : 86 x ,

Bandung (28/09/2018), PSTA LAPAN kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Rapat Atmosfer, LAPAN Bandung. FGD kali ini merupakan salah satu kegiatan yang disinergikan dengan rangkaian kegiatan Pusat Unggulan IPTEK (PUI), bernama FGD Peran dan Pengaruh Daerah Aliran Sungai (DAS) pada Pengembangan Sistem Informasi Pendukung Keputusan (DSS) terkait Bencana Hidrometeorologi. Dalam FGD ini hadir narasumber ahli dari berbagai bidang dan latar belakang yang terkait dengan topik yang dibahas, berasal dari PSTA LAPAN sendiri, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) – KLHK, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (Pusair) – Kementerian Pekerjaan Umum, dan Garda Caah.

FGD ini dibuka oleh Anis Purwaningsih dari Poklit Bencana Hidrometeorologi selaku MC, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala PSTA, Halimurrahman dan menyampaikan bahwa membangun start up (aplikasi) sangat perlu untuk terus di-maintenance agar tetap sustained. Jika manfaatnya besar, nantinya akan menumbuhkan peluang bisnis dalam mengaplikasikan informasinya. Sehingga tugas kita adalah bagaimana tugas ini dapat bernilai menjadi lebih baik yaitu memberikan sajian informasi yang sekelas dengan industri. Maka tujuan adanya FGD selain agar informasi dapat tersaji lebih baik, perlu juga adanya demonstrasi agar masyarakat tahu dan terbukti akan adanya manfaat dari aplikasi yang dibangun dan dikembangkan, baik dari aspek informasi lahan, DAS, banjir, dan potensi hidrometeorologi. Semoga aplikasi SADEWA dan SANTANU yang dikembangan PSTA LAPAN yang didemonstarisakan dalam FGD ini dapat sesuai dengan target pengguna yang diharapkan.

Waluyo Eko Cahyono, selaku coordinator PUI PSTA bertidak sebagai moderator yang memandu FGD ini. Narasumber pertama menyajikan materi terkait Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi – DAS, disampaikan oleh Sinta Berliana Sipayung dari PSTA LAPAN. Narasumber dari PSTA lainnya yaitu Farid Lasmono menyampaikan dan mendemonstrasikan aplikasi DSS SADEWA untuk memantau dan memprediksi cuaca untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, serta Ginaldi Ari Nugroho yang menyampaikan dan mendemonstrasikan juga aplikasi SANTANU untuk mengamati curah hujan secara spasial berbasis radar.

Narasumber dari Balitek DAS – KLHK, yaitu Nur Sumedi selaku Kepala Balai menyampaikan peran dan pengaruh DAS pada system informasi pendukung keputusan bencana banjir. Dijelaskan terkait konsep pengelolaan DAS, faktoryang mempengaruhi karekteristik DAS, serta bencana yang berkaitan dengan DAS seperti longsor dan banjir, menurut KLHK. Dari sisi penelitian sumber daya air, Kepala Balai Litbang Hidrologi dan Tata Air – Pusair, Irfan Sudono menyampaikan materi terkait system informasi banjir yang dikembangkan oleh Pusair. Disampaikan bahwa Pusair telah memasang titik pengamatan di beberapa balai PU termasuk di sekitar DAS. Pusair juga tengah mengembangkan model mitigasi bencana banjir bekerja sama dengan BNPB dan ITB bernama Flood Early Warning System (FEWS).

Pembicara terakhir, selaku koordinator Garda Caah, Riki Waskito menyajikan materi terkait pemanfaatan data sains atmosfer dalam pengambilan keputusan kesiapsiagaan banjir. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang satu ini memang concern terhadap mitigasi bencana banjir di wilayah Bandung Selatan termasuk Majalaya dan Rancaekek. Komunitas ini memberikan informasi mitigasi bencana banjir kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih friendly dan mudah dipahami oleh masyarakat dengan kode – kode yang dibuat. Informasi pemantauan cuaca yang digunakan komunitas ini salah satunya DSS kebencanaan yang dikembangkan oleh PSTA, yaitu SADEWA dan SANTANU.

Saran dan masukan serta pertanyaan terkait materi yang disajikan oleh narasumber, tergabung dalam sesi diskusi. Kekeliruan dan ketidaksepahaman terkait penyampaian informasi untuk mitigasi becana terjawabkan dengan jelas oleh pakar – pakar dari intansi terkait. Dengan adanya FGD ini peluang unutuk berkolaborasi dengan kelompok dan instansi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun informasi mitigasi bencana hidrometeorologi kepada masyarakat, kembali terjalin. Para peserta yang hadir dalam FGD ini berharap, acara ini akan terus dilaksanakan secara berkala guna memonitoring kualitas model dan sistem informasi untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir dan longsor.

(Diseminasi PSTA LAPAN/SR)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443
Email: tatausaha[dot]psta[at]gmail[dot]com ; psta[at]lapan[dot]go[dot]id



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL