Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Dengan AIS, Nelayan Dibantu Meningkatkan Hasil Tangkapannya
13 Aug 2018 • Dibaca : 170 x ,

Informasi terkait cuaca yang diberikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kepada nelayan ternyata diintegrasikan dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk meningkatkan tangkapan nelayan saat melaut.

Bahkan, dengan Automatic Identification System (AIS) yang memanfaatkan satelit, nantinya nelayan akan diberi informasi lokasi yang banyak terdapat ikan.

Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati mengatakan, dalam kegiatan bertajuk Sekolah Lapang Nelayan (SLN), ke depannya para nelayan akan mengetahui posisi yang pas untuk melaut.

Posisi tersebut meliputi cuaca baik dan spot-spot yang terdapat banyak ikan guna meningkatkan produktivitas nelayan.

Hal itu dikarenakan, dari informasi yang dikeluarkan pihaknya nanti akan diintegrasikan dengan info dari LAPAN terkait daerah tangkapan yang tepat untuk nelayan. "Dengan ini (SLN), nelayan jadi tahu posisi yang aman dan posisi yang ikannya banyak dimana saja. Sehingga tidak perlu mengira-ngira lagi dan produktivitas nelayan bisa meningkat," katanya, Senin (13/8/2018).

Sementara itu, Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN, Halimurrahman mengatakan, bahwa lapan berangkat dari Undang-undang 21 tahun 2013 tentang keantariksaan. Sehingga dengan terintegrasinya informasi dari BMKG dapat dimanfaatkan dengan keantariksaan untuk meningkatkan perkonomian masyarakat yang dalam hal ini adalah nelayan. "Kami dukung dari zona potensi penangkapan ikan (Fishing ground) berbasis satelit, dan keantariksaan dalam hal ini adalah satelit. Jadi dengan satelit 8a2 bisa mengetahui posisi kapal yang telah terpasang AIS untuk mencari spot (Banyak ikan) dan menghindari cuaca buruk," ujarnya. 

Diungkapkannya, kapal yang memiliki berat diatas 30 gross ton wajib terpasang AIS.

Mengenai pengoperasiannya, pihaknya akan berkoordinasi dengan syahbandar sebagai pemantau kapal-kapal yang hendak melaut dan sebagai pihak yang menghubungi para nelayan jika mendapat suatu informasi.

"Manfaat AIS ini membuat kapal bisa dipantau syahbandar, dan jika nanti ada pemberitahuan cuaca posisinya sudah diketahui syahbandar untuk dilanjutkan memberitahu nelayan lewat jejaring komunitas radio agatlr menghindari daerah yang kena cuaca buruk," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DIY, Sulistyo menyambut baik SLN yang digelar oleh BMKG.

Ia juga mengharapkan setelah pelatihan tersebut kedepannya nelayan dapat meningkatkan produktivitasnya.

"Nelayan yang dapat pelatihan ini diharapkan memberi penyuluhan ke nelayan yang lain. Karena potensi di laut selatan sunggu banyak, dan jika hasil pelatihan dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan tentu dapat meningkatkan produktivitasnya," tandasnya.

Sumber: Tribun Yogyakarta. Sumber Gambar: Wikipedia








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL