Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


PSTA Melakukan Sosialisasi Hasil Pengembangan DSS SADEWA untuk INA-MHEWS
Penulis Berita : • Fotografer : • 20 Apr 2018 • Dibaca : 401 x ,

Bandung (PSTA), Rabu (18/4/2018), Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer (Desains) LAPAN menyelenggarakan “Sosialisasi Hasil Pengembangan DSS untuk mendukung program Indonesia Multi Hazard Early Warning System (INA-MHEWS). Acara yang bertempat di Auditorium LAPAN Bandung tersebut berlangsung sejak pukul 10.00 – 14.00 WIB dengan pembukaan terkait pemaparan Layanan Satu LAPAN oleh Desains LAPAN, Afif Budiyono. Sesuai dengan nama acaranya untuk mendukung program INA-MHEWS yang merupakan program milik BNPB, hadir sekitar 15 pegawai BNPB termasuk Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bernandus Wisnu Widjadja untuk memaparkan terkait program INA-MHEWS kepada LAPAN.

Selain pegawai BNPB, hadir pula Deputi Bidang Teknologi Dirgantara LAPAN, Rika Andiarti beserta pimpinan 6 Satker LAPAN yang terdiri dari :

  • Kepala PSTA : Halimurrahman
  • Kepala Pussainsa : Clara Yono Yatini
  • Kepala Pustekbang : Gunawan Setyo Prabowo
  • Kepala Pusteksat : Mujtahid
  • Kepala Pusfatja : M. Rokhis Khomarudin
  • Kepala Pustek Data : Dedi Irawadi

yang mempresentasikan kegiatan dan produk unggulan (DSS) tiap-tiap satkernya terkait sistem peringatan dini serta pemantauan bencana untuk mendukung program INA-MHEWS.

Hadir pula dalam acara sosialisai ini Biro KSHU LAPAN, peneliti/perekayasa 6 satker LAPAN yang mendampingi pimpinan, juga peneliti/perekayasa Poklit Bencana Hidrometeorologi dan Teknologi Atmosfer PSTA yang berperan dalam pengembangan DSS pemantauan kebencanaan untuk mendukung program INA-MHEWS yaitu SADEWA dan SANTANU, beserta Kapoklit Atmosfer Maritim, Manajer Mutu, dan Kabid Program dan Fasilitas PSTA.

BNPB menjelaskan bahwa tujuan diadakannya program INA-MHEWS tak lain adalah untuk :

  • Memudahkan pemerintah serta para pemberi kebijakan untuk bekerjasama dalam meningkatkan kualitas layanan informasi pada tingkat regional, nasional, dan internasional melalui MHEWS;
  • Memberi fasilitas untuk berbagi informasi dalam sistem yang terintegrasi mengenai semua risiko bencana alam di Indonesia;
  • Mengintegrasikan sistem peringatan dini multi ancaman bencana yang dapat direspon langsung oleh masyarakat;
  • Menyediakan informasi peringatan dini kebencanaan untuk masyarakat dengan cepat dan akurat dalam skala pengamatan yang luas.

Pada kesempatan ini, BNPB mengajak LAPAN untuk ikut berperan dalam program INA-MHEWS melalui menyediakan data dasar baik observasi langsung/satelit, menyediakan informasi hasil analisis data tersebut (terkait dengan ancaman, kerentanan, risiko, dan pemantauan bencana), dan menyediakan jasa informasi dan komunikasi yang terkait teknologi penerbangan dan antariksa lainnya.

Dengan pemaparan hasil DSS oleh 6 satker LAPAN, diketahui tiap satker memiliki produk yang mendukung program INA-MHEWS tersebut seperti pengamatan cuaca antariksa dan benda jatuh antariksa oleh Pussainsa; pengembangan kapasitas LSU dan LSA untuk kebencanaan oleh Pustekbang; Pemantauan satelit LAPAN ORARI A1-A5 oleh Pusteksat; SIMBA oleh Pusfatja; dan Spacemap oleh Pustekdata.

PSTA sendiri mengajukan SADEWA sebagai DSS untuk pemantauan bencana hidrometeorologi yang dapat dijadikan sistem peringatan dini untuk mendukung program INA-MHEWS. Dengan SADEWA, PSTA juga mendukung program nasional pencegahan dan kesigapan bencana dalam program Desa Tangguh Bencana 2019 melalui :

  • Peningkatan infrastruktur pengamatan;
  • Pengembangan infrastrukur komputasi/prediksi bencana hidrometeorologi resolusi tinggi;
  • Penelitian dan pengembangan sistem peringatan dini bencana hidrometeorologi.

Di samping SADEWA, DSS dari Poklit Teknologi Atmsofer berupa radar pemantauan hujan spasial bernama SANTANU juga diusulkan dapat berperan dalam mendukung program INA-MHEWS. Bersama BNPB sebagai mitra LAPAN, PSTA siap mengembangkan SADEWA dan SANTANU yang mampu untuk meningkatkan kapasitas nasional pencegahan dan kesigapan bencana hidrometeorologi.

Untuk menindaklanjuti kerjasama/mitra, sesuai dengan paparan Desains LAPAN terkait Layanan Satu LAPAN, yaitu LAPAN telah mengusulkan kepada BNPB 1 program layanan informasi berbasis IPTEK Penerbangan dan Antariksa untuk mendukung program INA-MHEWS yang terdiri dari 5 kegiatan, lebih luas dan lebih rinci dibahas dalam sesi diskusi. BNPB memerlukan teknis dan data yang dapat mendukung early warning system kepada masyarakat, terutama pada wilayah rawan bencana. BNPB mengharapkan adanya pertemuan lanjutan untuk membahas rencana tindak lanjut dalam mendukung program INA-MHEWS ini.

Sosialisasi kemudian ditutup dengan dilakukannya kunjungan para peserta ke ruang Space Weather Information and Forecast Services (SWIFTS) di Pussainsa serta kunjungan ke ruang Atmospheric Science and Technology Information System (ASTINA) dan ruang atmospheric science data center bernama Informasi di Graha Pranata Sains dan Teknologi Atmosfer (Indraprasta) di PSTA.

(Diseminasi PSTA LAPAN/SR)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL