Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Analisis Curah Hujan Ekstrim Terkait dengan Bencana Longsor di Desa Pasir Panjang, Kec. Salem, Brebes (Kamis, 22 Februari 2018)
26 Feb 2018 • Dibaca : 1081 x ,
















Gambar 1. Lokasi terjadinya longsor di Kec. Salem, Brebes tanggal 22 Februari 2018

Pada hari Kamis (22/2/2018) telah terjadi bencana tanah longsor (landslide) di Desa Pasir Panjang, Kec. Salem, Brebes pada sekitar pukul 08.45 WIB yang mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 13 orang hilang, dan belasan lainnya luka-luka. Berdasarkan hasil analisis data satelit Himawari-8, curah hujan di wilayah Brebes dan sekitarnya berasal dari awan yang terbentuk akibat pertemuan dua massa udara (dari barat laut dan tenggara). GSMaP menunjukkan kejadian hujan pada tanggal 21 Februari 2018 sejak pukul 14.00 WIB dan mencapai puncaknya pukul 21.00 WIB dengan puncak intensitas curah hujan sekitar 30 mm/jam. Hujan saat itu masih terus berlanjut, namun intensitasnya kian mereda hingga tanggal 22 Februari 2018, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Dengan durasi sekitar 7 jam dan dengan intensitas 30 mm/jam maka curah hujan yang dihasilkan/dijatuhkan tentu akan berlebih. Longsor pun terjadi, memang disaat itu kondisi atmosfer cerah, yakni sekitar 7 jam setelah pukul 02.00 dini hari hujan berhenti, tepatnya sekitar pukul 08.45 WIB. Ini semua terlihat jelas, baik analisis spasial yang dilakukan dengan GSMaP ataupun dengan Himawari-8, baik dengan resolusi pengamatan setiap jam ataupun setiap tiga puluh menitan. Hasil di atas pun diperkuat dengan analisis temporal yang menunjukkan adanya konsistensi yang tegas dan jelas tentang mekanisme terjadinya curah hujan ekstrim baik sebelum, selama dan setelah terjadinya longsor yang memakan banyak korban. Peran satelit Himawari-8 terlihat jelas di Gambar 2, baik berbasis Indeks Konvektif (IK) ataupun Temperature Black Body (TBB) sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB tanggal 21 Februari 2018.

Gambar 2. Distribusi Indeks Konvektif (IK) dan Temperature Black Body (TBB) hasil pemantauan satelit HIMAWARI untuk tanggal 21 Februari 2018, sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB di atas Brebes dan kawasan sekitarnya.

Ternyata kejadian ekstrim tersebut juga telah terdeteksi oleh SADEWA (Satellite-based Disaster Early Warning System) merupakan sistem peringatan dini bencana yang memonitor kejadian hujan ekstrim yang berpotensi menimbulkan bencana banjir dan longsor di seluruh wilayah Indonesia dengan resolusi 5 km2 mendekati real time. Ini dapat dilihat ketika hasil prediksi SADEWA dibandingkan dengan hasil pemantauan satelit GSMaP, khususnya untuk kejadian curah hujan esktrim tanggal 19, 20 dan 21 Februari di lokasi terjadinya longsor (Lihat Gambar 3). SADEWA untuk tanggal 19 dan 20 Februari terlihat konsisten dengan GSMaP. Namun, untuk tanggal 21 Februari, SADEWA lebih cepat menduga bakal terjadinya curah hujan ekstrim. Ini mengindikasikan, jika SADEWA masih terus dikembangkan dan disempurnakan agar kejadian ekstrim serupa yang bakal terjadi di kemudian hari dapat dipantau dengan cepat dan akurat.

Gambar 3. Perbandingan SADEWA dengan Curah Hujan GSMaP di Lokasi Kejadian periode 19 hingga 22 Februari 2018

Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kejadian longsor di Brebes tanggal 22 Februari diakibatkan adanya akumulasi curah hujan harian yang cukup besar ( di atas 10 mm/jam) sejak tanggal 19 hingga 21 Februari 2018. Akumulasi curah hujan tersebut terjadi akibat pertemuan dua massa uap air dari arah dari arah barat laut dan tenggara, terutama pada tanggal 21 Februari, sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Kejadian tersebut telah dianalisis menggunakan data satelit GSMaP dan Himawari-8. Hal serupa juga dilakukan menggunakan SADEWA yang walaupun mengalami sedikit over estimate karena menduga terjadinya intensitas curah hujan maksimum tanggal 21 Februari lebih awal.

Disusun oleh: Tim Analisis Bencana Hidrometeorologi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - LAPAN

Sumber gambar cover: Kompas








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL