Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Sinergi PSTA & BNPB untuk Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi
Penulis Berita : • Fotografer : • 23 Jan 2018 • Dibaca : 656 x ,

Bencana hidrometeorologi (banjir dan tanah longsor) selalu mendominasi kejadian bencana dan menjadi langganan bencana tahunan di Indonesia. Korban jiwa, harta, lingkungan fisik, dan psikis selalu menjadi dampak buruk dari kejadian bencana ini. Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dan mitigasi untuk mengurangi korban.

Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) yang berada di bawah Kedeputian Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, LAPAN telah berusaha melakukan antisipasi agar korban bencana dapat dikurangi, salah satunya dengan SADEWA. SADEWA adalah singkatan dari Sattelite based Disaster Early Warning System yang dapat disetarakan dengan Sistem Informasi Peringatan Dini Potensi Bencana Hidrometeorologi yang berbasis pada data satelit dan pengolahan data model atmosfer.

Mitigasi bencana hidrometeorologi adalah segala tindakan untuk mengurangi penyebab bencana hidrometeorologi. Mitigasi ini dapat dilakukan dengan mengurangi penyebab banjir dan tanah longsor. Penyebab banjir dan tanah longsor merupakan multi aspek yang tidak saja mengkambinghitamkan pada curah hujan ekstrem. Mitigasi banjir dan tanah longsor dapat dilakukan dengan: penataan ruang yang berfungsi untuk keberlanjutan kehidupan, perubahan tata guna lahan yang tidak menimbulkan degradasi lingkungan, kepastian dan penegakan hukum, pemeliharaan sarana fisik yang rutin dan benar, serta budaya masyarakat yang cinta akan lingkungan berkelanjutan. Jika mitigasi banjir dan tanah longsor tidak dilakukan, maka bencana hidrometeorologi pasti akan terjadi pada lingkungan yang rentan.

Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer tidak melakukan mitigasi tetapi lebih ke arah antisipasi bencana hidrometeorologi yaitu dengan memberikan informasi prediksi curah hujan sampai 2 hari ke depan dengan cakupan luas wilayah 5 km2 untuk seluruh Indonesia. Informasi prediksi curah hujan secara spasial dalam SADEWA ini akan memiliki arti  jika diteruskan secara nasional oleh lembaga atau badan yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pengemban penanggulangan bencana. Oleh karena itu pada kesempatan ini PSTA mengundang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengadakan kunjungan ke ASTINA (Atmospheric Science and Technology Information System) dan untuk mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang SADEWA. ASTINA sendiri adalah ruang display atau media centre untuk mensosialisasikan SADEWA dan produk informasi lain dari PSTA seperti SANTANU (Sistem Pemantau Hujan Spasial), SEMAR (Sistem Embaran Maritim), SRIKANDI (Sistem Informasi Komposisi Atmosfer Indonesia), dan SRIRAMA (Sistem Informasi Perubahan Iklim).

Kunjungan dari BNPB ini diwakili langsung oleh Direktur Kesiapsiagaan Bencana, BNPB, Bapak Medi Herliyanto. Kunjungan BNPB ke PSTA dilakukan pada Selasa, 23 januari 2018 dan diterima oleh Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer (Bapak Afif Budiyono), Kepala PSTA (Halimurrahman), dan Kelompok Penelitian Potensi Bencana Hidrometeorologi.

Sebelum kunjungan Direktor Kesiapsiagaan Bencana, BNPB dilakukan terlebih dahulu pemaparan oleh Kepala PSTA yang menyajikan diagram alir bisnis PSTA mulai dari kegiatan persiapan data, penelitian, hingga sampai tahap menghasilkan produk-produk Decision Support System (DSS). Pemaparan selanjutnya adalah tentang SADEWA oleh peneliti Farid Lasmono yang mewakili Kelompok Penelitian Potensi Bencana Hidrometeorologi. Pada pemaparan kedua ini, dijelaskan mengenai data dan model yang digunakan untuk melakukan prakiraan cuaca dalam SADEWA dengan domain seluruh wilayah Indonesia. Sumber data SADEWA adalah data satelit HIMAWARI sedangkan pengolahan datanya menggunakan model WRF (weather research and Forecasting).

Melihat antusiasme dari kunjungan Bapak Medi Herliyanto dari BNPB terhadap pemaparan PSTA LAPAN (mengenai SADEWA, SEMAR dan SANTANU), kedua belah pihak baik LAPAN dan BNPB berencana menindaklanjuti kunjungan dan FGD ini ke Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kerja sama ini mencakup  PSTA LAPAN sebagai lembaga riset berperan dalam menyediakan informasi mengenai potensi bencana hidrometeorologi, sedangkan BNPB yang merupakan lembaga operasional memegang peranan penting dalam hal diseminasi informasi kepada masyarakat luas guna antisipasi korban bencana yang lebih besar. Kerja sama ini nantinya akan mensinergikan LAPAN dan BNPB dalam semangat baru untuk Indonesia lebih baik dalam antisipasi bencana hidrometeorologi agar korban dapat diminimalisir.

(Tim Diseminasi PSTA LAPAN)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL