Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Poklit Potensi Bencana Hidrometeorologi PSTA Selenggarakan FGD Potensi Bencana Hidrometeorologi di Pulau Jawa
Penulis Berita : • Fotografer : • 06 Nov 2017 • Dibaca : 643 x ,

Bandung/PSTA, Senin (6/11/2017), Kelompok Penelitian (Poklit) Potensi Bencana Hidrometeorologi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) “Potensi Bencana Hidrometeorologi di Pulau Jawa” dengan tema Mekanisme, Observasi, dan Prediksi. FGD yang dilaksanakan di ruang rapat atmosfer ini dihadiri oleh 25 peserta dan 5 orang narasumber dari PSTA LAPAN, BMKG, ITB, Kementerian Pertanian, dan Uiversitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kepala PSTA, Halimurrahman menyampaikan dalam laporannya sekaligus membuka acara FGD, bahwa PSTA LAPAN sebagai lembaga litbang, memiliki produk DSS kebencanaan berupa SADEWA dan SANTANU yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna, khususnya masyarakat Pulau Jawa. Dengan dimanfaatkannya produk DSS tersebut, diharapkan kinerja dapat meningkat dan terbantu, didukung dengan sistem pengamatan yang mendekati waktu sebenarnya (real time). Dengan adanya FGD ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait potensi bencana hidrometeorologi beserta mekanisme, observasi, dan prediksinya untuk diterapkan kepada masyarakat Pulau Jawa.

FGD dipimpin oleh Prof. Eddy Hermawan dari Poklit Potensi Bencana Hidrometeorologi selaku moderator. Pada sesi pertama, narasumber pertama adalah peneliti dari PSTA LAPAN sendiri, Farid Lasmono yang mempresentasikan terkait latar belakang, mekanisme, dan pemanfaatan DSS SADEWA dan SANTANU bagi masyarakat. Disusul presentasi terkait Kondisi Atmosfer Terkini dan Proyeksinya Beberapa Bulan Mendatang disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Evi Lutfiati. Disampaikan materi terkait analisis dan prediksi angin dan monsun; analisis OLR; analisis dan prediksi SST; analisis subsurface pacific; analisis dan prediksi ENSO, IOD, MJO; analisis hari tanpa hujan; analisis dan prediksi curah hujan. Analisis terhadap perubahan kondisi iklim tersebut menjadi latar belakang dalam menghadapi permasalahan potensi bencana hidrometeororlogi.

Presentasi ketiga terkait status terkini sinergisme pengelolaan bencana hidrometeorologi nasional yg dikembangkan oleh ITB, disampaikan oleh Aristyo Rahardian dari Program Studi Meteorologi ITB. Dijelaskan sistem informasi terkait potensi prediksi bencana hidrometeorologi yang dikembangkan ITB bekerjasama dengan instansi lainnya, diantaranya : Sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA), Flood Early Warning Early Action System (FEWEAS) di Sungai Bengawan Solo dan Citarum, serta Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS). Sistem informasi tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum dalam bentuk aplikasi yang dapat dipasang di gadget.

Berlanjut presentasi dua narasumber lainnya pada FGD sesi kedua, disampaikan materi tentang Penerapan KATAM Terpadu Terkait Kondisi Atmosfer Pada Musim Hujan 2017/2018 Khususnya Untuk Kawasan Di Yogyakarta  dan Sekitarnya oleh Elza Surmaini dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Dijelaskan bahwa bentuk informasi iklim untuk pertanian yang dikembangkan berupa Kalender Tanam (KATAM) Terpadu yang berisi tentang prediksi iklim untuk pertanian dan prediksi kekeringan tanaman padi sawah. KATAM Terpadu saat ini sudah dikembangkan secara modern, dalam bentuk website yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.

Terakhir, materi terkait Pengembangan Kelompok Fisika Bumi dengan Fokus Pada Kebencanaan Geologi dan Hidrometeorologi di Fisika UNY, disampaikan oleh Denny Dermawan, selaku Dosen Prodi Fisika di UNY. Pada presentasi terakhir ini dijelaskan peran Fisika UNY dalam menganalisis masalah potensi bencana hidrometeorologi, terkait pembuatan instrumentasi untuk bencana banjir dan longsor, serta analisis kondisi iklim seperti Monsun, ENSO, IOD, dan MJO terhadap curah hujan.

Sesi diskusi berjalan dengan terbuka dan lancar dengan memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi PSTA LAPAN sendiri. Saran dan masukan diberikan guna mendukung kinerja dalam menghadapi permasalahan potensi bencana hidrometeorologi, baik dalam menaknisme, observasi, maupun prediksinya. FGD ditutup oleh Kepala Bidang Diseminasi PSTA, Adi Witono dengan harapan agar hasil FGD ini dapat menjalin hubungan kerjasama antara instansi narasumber dengan PSTA LAPAN, serta dapat membantu menghadapi permasalah potensi bencana hidrometeorologi di Pulau Jawa.

(Tim Diseminasi PSTA LAPAN/SR)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL