Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Seminar Nasional Sains Atmosfer 2017: Untuk Mewujudkan Kemajuan dan Kemandirian IPTEK Nasional
Penulis Berita : • Fotografer : • 26 Apr 2017 • Dibaca : 329 x ,

Bandung – PSTA. Rabu (26/04/2017), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA-LAPAN) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Sains Atmosfer (SNSA). SNSA tahun 2017 ini mengusung tema “Penguatan Sains dan Teknologi Atmosfer dalam Mewujudkan Keunggulan dan Kemandirian IPTEK Nasional”. Seminar yang diadakan di Auditorium LAPAN Bandung ini dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kelompok peneliti dari instansi/lembaga penelitian, dosen, hingga mahasiswa.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono bersamaan dengan sambutannya terkait keunggulan dan kemandirian IPTEK sangat penting untuk negara Indonesia sebagai negara kepulauan dan kemaritiman yang rentan terhadap bencana. Beliau memberikan apresiasi kepada para panitia atas terlaksananya seminar ini telah mempertemukan para peneliti dan akademisi untuk berdiskusi terkait cuaca dan iklim, juga tempat saling bertukar informasi dalam menghadapi fenomena - fenomena sains dan teknologi atmosfer dalam mewujudkan keunggulan dan kemandirian IPTEK.

Beranjak ke sesi pembicara kunci (keynote speaker) yang hadir pada seminar ini memberikan materi yang sangat penting bagi seluruh peserta, diantaranya M.R. Karliansyah (Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK) yang memberikan materi terkait program KLHK terkait pengendalian pencemaran udara dan kerusakan lingkungan untuk mewujudkan keunggulan dan kemandirian IPTEK nasional.

Bertindak sebagai pembicara kunci kedua, Peneliti BPPT yang menjabat sebagai Vice Chairman of IPCC Working Group I, Edvin Aldrian memberikan materi terkait tantangan penelitian sains dan atmosfer Indonesia untuk mendukung pembangunan nasional. Disampaikan isu-isu terkini terkait perubahan iklim dan pemanasan global yang tengah dihadapi Indonesia belakangan ini.

Pembicara kunci yang terakhir adalah Agus Fanar Syukri selaku Direktur Eksekutif HIMPENINDO menyampaikan materi terkait tantangan dan harapan bagi peneliti Indonesia. Mengingat jumlah peneliti di Indonesia masih sangat kurang jika dibandingkan jumlah peneliti di negara maju, maka adanya presentasi ini mengajak para peneliti Indonesia untuk tetap berkarya demi pembangunan Indonesia dengan menambah profesor riset pada setiap bidang kepakaran sains.

Setelah pemberian materi oleh pembicara kunci, hadir pula pembicara undangan (invited speaker) dari Kyoto University – Jepang, Mamoru Yamamoto yang memberikan materi terkait Equatorial MU Radar (EMU) under “Study of Coupling Processes in the Solar Terrestrial System”; Bambang Hero Saharjo dari IPB yang memberikan materi terkait Changing Climate and Environtmental Factor Affecting Smoke Haze From Indonesian Peat Fire: Wiwiek Setyawati dari PSTA LAPAN terkait Pengembangan faktor emisi untuk kebakaran lahan gambut di Kalimantan, Indonesia; serta Didi Satiadi dari PSTA terkait Meningkatkan peran lembaga litbang dalam pembangunan nasional melalui Sistem Pendukung Keputusan (DSS).

Sejalan dengan tujuan diadakannya seminar ini yang disampaikan dalam laporan Ketua Panitia, Gammamerdianti, yaitu memasyarakatkan karya inovatif dari hasil penelitian sains dan teknologi pengamatan atmosfer serta aplikasinya dalam rangka mewujudkan keunggulan dan kemandirian IPTEK, seminar ini menyajikan paparan makalah hasil penelitian ilmiah oleh para penyaji. Makalah yang disajikan secara oral sebanyak 6 makalah, disampaikan oleh para peneliti dan mahasiswa dari BMKG, ITB, Universitas Telkom, Universitas Andalas, juga peneliti LAPAN sendiri. Makalah juga dipresentasikan dalam bentuk poster sebanyak 72 poster dari para peneliti dari berbagai instansi dan perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai wujud apresisasi bagi para peserta seminar, diumumkan poster terbaik diraih oleh Ray Restu Fauzi dari IPB dan Rosida dari PSTA LAPAN. Sementara presentasi oral terbaik diraih oleh Trismidianto dari PSTA LAPAN dan Jaka A. I. Paski dari BMKG. Sesi diskusi pada seminar ini berjalan dengan objektif, aktif, dan terbuka, sehingga memberikan pemahaman yang positif bagi para peserta untuk perkembangan sains dan teknologi atmosfer. Seminar ditutup pukul 15.30 WIB oleh Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN, Halimurrahman dengan beberapa pesan penting yang harus dilakukan bersama untuk mewujudkan kemajuan dan kemandirian IPTEK nasional.

(Tim Diseminasi PSTA/SR)








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL