Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Kondisi atmosfer normal-normal saja, mengapa terjadi banjir bandang di Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara pada 15 Mei 2016 ?
10 Jun 2016 • Dibaca : 1860 x ,

Daerah Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara yang berada pada posisi (03,34 °LU; 98,43 °BT) ini memiliki topografi alam yang berbukit-bukit, memiliki pemandangan alam yang cukup indah dan berhawa sejuk (Gambar 1). Kawasan ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata favorit warga kota Medan, hanya berjarak 28 km pada arah 204,82° (Gambar 2), dan juga merupakan kawasan perkemahan yang terkenal. Kota Sibolangit ini pernah dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Jambore Nasional Gerakan Pramuka Indonesia Tahun 1977, tepatnya pada tanggal 1-20 Juli 1977. Di sisi lain, dalam kaitannya dengan bencana alam dan kecelakaan, daerah Sibolangit Deli Serdang ini juga tercatat sebagai tempat jatuhnya pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 152, tepatnya pada tanggal 26 September 1997 di desa Buah Nabar dalam perjalanannya menuju bandara Polonia Medan (https://id.wikipedia.org/wiki/Sibolangit,_Deli_Serdang. Akses 17 Mei 2016).

Pada tanggal 15 Mei 2016 hari Minggu sekitar pukul 13.00 WIB, longsor dan banjir bandang terjadi setelah diguyur hujan lebat dan mengakibatkan korban jiwa. (www.bnpb.go.id, akses 18 mei 2016). Penyebab bencana banjir bandang di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara masih terus ditelusuri. Namun dari dugaan awal, bencana yang juga berdampak ke objek Air Terjun Dua Warna itu diindikasi dikarenakan penebangan illegal (illegal logging) (Sumber: http://nasional.kini.co.id/, akses 18 Mei 2016). Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara menyebut perusakan hutan atau deforestasi di hulu Sibolangit penyebab banjir bandang di Lau Betimus dan kawasan air terjun dua warna di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara. (https://m.tempo.co, akses 18 Mei 2016).
Gambar 3 dan Gambar 4 berikut memberikan ilustrasi saat sebelum kejadian banjir bandang dan saat terjadi banjir bandang di Sibolangit tersebut.

 

Sebagaimana diungkap di atas, penyebab bencana banjir bandang di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara saat ini masih terus ditelusuri. Layanan informasi ini merupakan upaya yang dilakukan oleh Kelompok Penelitian Potensi Bencana Hidrometeorologis (Poklit PBHm), Pusat Sains dan Teknologi Atmoefer (PSTA) - LAPAN dalam mencari penyebab pasti dari kejadian banjir bandang di Sibolangit tersebut. Adapun hasil penelusuran dan pengkajian untuk memperoleh gambaran kejadian banjir bandang di Sibalongit Deli Serdang dari aspek Sains Atmosfer secara garis besar disajikan dalam Gambar 5 sampai Gambar 21 sebagai berikut.

 

Gambar 5. Hujan di Sibolangit dan sekitarnya (03,25 °LU – 03,75 °LU; 98,25 °BT – 98,75 °BT) dari satelit GPM (Global Precipitation Mission) 01 April 2016 jam 00.00 UTC (07.00 WIB) – 16 Mei 2016 jam 23.59 UTC (17 Mei 2016 jam 06.59 WIB) untuk rata-rata wilayah 0,5° x 0,5° (setara dengan 55 x 55 km2)

Deret waktu hujan di Sibolangit pada Gambar 5 di atas diolah dengan software GIOVANNI (GESS DISC Interactive Online Visualization ANd aNalysis Infrastructure) berbasis data GPM_3IMERGHHE_v03 dari : George Huffman, 2015, GPM Level 3 IMERG Half Hourly 0.1x 0.1 degree Precipitation,version 03, Greenbelt, MD: Goddard Space Flight Center Distributed Active Archive Center (GSFC DAAC), Sumber : http://giovanni.gsfc.nasa.gov/giovanni/Akses 17 Mei 2016.
Gambar 6 berikut menunjukkan hal serupa dengan Gambar 5 (deret waktu hujan dari satelit GPM untuk wilayah Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara), namun dengan cakupan luasan yang lebih sempit, yaitu pada rata-rata wilayah 0,2° x 0,2° (setara dengan 22 x 22 km2).

 

Gambar 6. Serupa dengan Gambar 5, namun dengan cakupan luasan yang lebih sempit, yaitu
pada rata-rata wilayah 0,2° x 0,2° (setara dengan 22 x 22 km2 ).


Informasi umum yang dapat kita peroleh dari Gambar 5 sampai Gambar 6 adalah adanya data/fakta yang menunjukkan bahwa pada saat kejadian banjir bandang di wilayah Sibolangit, Deli Serdang (15 Mei 2016 jam 06.00 UTC bersesuaian dengan jam 13.00 WIB), intensitas hujan yang terjadi memiliki tingkat yang ringan (1,1 – 5,0 mm/jam, Gambar 5) dan tingkat yang normal (5,1 – 10,0 mm/jam, Gambar 6).
Intensitas hujan dalam rentang waktu 1 jam sebelum kejadian banjir bandang, pada saat kejadian banjir bandang dan 1 jam setelah kejadian banjir bandang (15 Mei 2016 jam 05.00 UTC, 06.00 UTC dan 07.00 UTC, bersesuaian dengan jam 12.00 WIB, 13.00 WIB dan 14.00 WIB) secara spasial (luasan kewilayahan) disajikan dalam Gambar 7, Gambar 8 dan Gambar 9 berikut.

 

Gambar 7. Hujan dari GSMaP di Sibolangit (03,34 LU; 98,43 BT) Deli Serdang Sumatera Utara,
15 Mei 2016 jam 12.00-12.59 WIB. Sumber : sharaku.eorc.jaxa.jp/GSMaP.Akses 17 Mei 2016


Gambar 8. Hujan dari GSMaP di Sibolangit (03,34 LU; 98,43 BT) Deli Serdang Sumatera Utara,
15 Mei 2016 jam 13.00-13.59 WIB. Sumber : sharaku.eorc.jaxa.jp/GSMaP.Akses 17 Mei 2016

 

Gambar 9. Hujan dari GSMaP di Sibolangit (03,34 LU; 98,43 BT) Deli Serdang Sumatera Utara,
15 Mei 2016 jam 14.00-14.59 WIB. Sumber : sharaku.eorc.jaxa.jp/GSMaP.Akses 17 Mei 2016

Terlihat dari Gambar 7 di atas, bahwa pada 15 Mei 2016 jam 12.00-12.59 WIB di wilayah Sibolangit belum terjadi hujan, masih tampak hanya berawan saja. Sedang pada hari dan wilayah yang sama pada 1 (satu) jam berikutnya yaitu 13.00-13.59 WIB (Gambar 8) telah terjadi hujan, namun dalam intensitas sangat ringan (0,1 – 1,0 mm/jam) dan pada 2 (dua) jam berikutnya yaitu 14.00-14.59 WIB (Gambar 9) juga terjadi hujan dengan intensitas ringan (3,0 – 5,0 mm/jam). Keadaan hujan ringan ini masih juga berlangsung pada hari dan wilayah yang sama pada 1 (satu) jam berikutnya yaitu 15.00-15.59 WIB.
Peningkatan intensitas hujan di wilayah Sibolangit ini masih terus berlangsung, dan mencapai tingkat hujan normal dengan intensitas 5,1 – 10, 0 mm/jam pada jam 16.00 WIB sampai jam 17.00 WIB, baru kemudian turun kembali ke tingkat hujan ringan dengan intensitas 1,1 – 5,0 mm/jam pada jam 18.00 WIB, seperti ditunjukkan pada Gambar 11, Gambar 12 dan Gambar 13 berikut.

 

Perilaku unsur-unsur pendukung kejadian hujan (dalam hal ini dipilih kelembapan jenis, tingkat aktivitas awan, jenis awan dan reflektivitas butir awan/hujan) pada saat sebelum kejadian banjir bandang disajikan dalam Gambar 14 sampai Gambar 21 berikut.


Dari Gambar 14 dan Gambar 15 di atas terlihat bahwa secara garis besar kondisi kelembapan jenis udara yang ada di atas daerah Sumatera Utara pada umumnya dan Sibolangit Deli Serdang pada khususnya memang menunjukkan nilai yang cukup tinggi (0,014 kg/kg pada tanggal 14 Mei 2016) dan tetap bertahan pada nilai yang sama 0,014 kg/kg pada tanggal 16 Mei 2016. Nilai kelembapan jenis udara yang tinggi di wilayah Sibolangit ini juga diikuti adanya nilai indeks konveksi awan-awan konvektif yang tinggi (pada nilai indek IC = 55 – 60, Gambar 16) maupun tumbuhnya awan-awan Cumulonimbus, yang merupakan awan penghasil hujan deras, (Gambar 17), pada tanggal 15 Mei 2016 jam 20.30 UTC – 22.30 UTC. Namun, satu hal yang tetap harus diingat, bahwa pada tanggal 15 – 16 Mei 2016, intensitas hujan yang terjadi di wilayah Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara ini masih berada dalam kategori ringan sampai normal (memiliki intensitas hujan 2,0 – 9,5 mm/jam untuk luasan daerah rata-rata 55 x 55 km2 sebagaimana terdapat pada Gambar 5, memiliki intensitas hujan 2,0 – 6,5 mm/jam untuk luasan daerah rata-rata 22 x 22 km2 sebagaimana terdapat pada Gambar 6.

 

Melalui pengamatan radar cuaca BMKG (yang memiliki resolusi temporal lebih tinggi), terlihat bahwa pada pada 15 Mei 2016 jam 12.07 WIB sampai jam 14.08 WIB (Gambar 18, Gambar 19 dan Gambar 20) wilayah Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara ini masih berada dalam kondisi cuaca yang cerah sampai berawan (memiliki nilai reflektivitas butir awan/hujan dari 0 – 15 dBz). Keadaan berawan ini juga nampak sampai jam 15.00 WIB pada hari yang sama, dengan terdapat peningkatan nilai nilai reflektivitas butir awan/hujan, berada pada level 15 – 25 dBz (Gambar 21).
Sebagai penutup, point penting yang ingin diungkap dalam layanan informasi ini adalah adanya indikasi yang menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab terjadinya banjir bandang di wilayah Sibolangit Deli Serdang Sumatera Utara pada 15 Mei 2016 jam 13.00 WIB ini bukan karena adanya hujan deras ataupun sangat deras, apalagi sampai kategori ekstrem dalam kurun waktu yang singkat (1 – 6) jam sebelum kejadian banjir bandang), tetapi lebih cenderung karena adanya akumulasi kejadian hujan dengan intensitas hujan sangat lebat (lebih dari 20 mm/jam pada 6 Mei 2016) yang diikuti oleh beberapa kejadian hujan lebat pada beberapa hari berikutnya (10 – 12 mm/jam pada 8 – 9 Mei 2016) dan hujan normal (8,5 mm/jam pada 11 Mei 2016) maupun hujan ringan (1,1 – 2,0 mm/jam pada 13 – 14 Mei 2016).

(Dikerjakan oleh Kelompok Penelitian Bencana Hidromeorologis (Poklit PBHm) Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA)-LAPAN Mei 2016 : Arief Suryantoro, Krismianto, Ginaldi Ari Nugroho, Tiin Sinatra dan Shailla Rustiana).








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL