Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum”
09 Jun 2015 • Dibaca : 1697 x ,

Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum”

(Hasil Diskusi Tim PSTA* Menanggapi Isu Suara Terompet di Langit, Bandung 27 Mei 2015)

Tim Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer telah menginvestigasi jurnal internasional terkait dengan kejadian “the earth’s hum” (yang saat ini dihebohkan sebagai suara terompet di langit, untuk selanjutnya disebut “Hum”), yaitu Nature, Vol. 431 Hal. 552-556 Excitation of Earth's continuous free oscillations by atmosphere–ocean–seafloor coupling, (Rhie & Romanowicz 2004) dan Journal of Geophysics Research (JGR) berjudul Seismically observed seiching in the Panama Cana, McNamara dkk., 2011. Hal ini diperkuat dengan bukti terjadinya “Hum” pertama kali di Bristol, Inggris, 1970, yang didengar oleh sekitar 800 orang, menunjukkan bahwa kejadian “Hum” umumnya terjadi di kawasan sekitar tepi pantai.

Serupa tapi tak sama barangkali bisa dibandingkan dengan suara mirip “Hum” di Jogjakarta setelah terjadi gempa tahun 2006 (www.detik.com, 25/05). Dengan asumsi bahwa ketiga kota tersebut terletak relatif dekat pantai, kami menduga kejadian “Hum” atau mirip “Hum” terjadi akibat berinteraksinya antara gelombang suara (akustik), gelombang gravitasi, dan gelombang seismik yang terjadi secara simultan. Ini terjadi akibat peristiwa kopling antara litosfer-sea floor-ocean-atmosfer. Hal ini dimungkinkan jika diawali oleh suatu kejadian gempa bumi besar.

Pada saat terjadi gempa besar tersebut, maka akan terjadi lonjakan gelombang kejut yang berasal dari sumber gempa melewati lapisan di atasnya menuju ke lapisan air (lautan). Karena kekuatan yang luar biasa dan terjadi pada orde yang relatif singkat (2-20 Sc.), dan “Hum” terjadi selama 50-600 Sc. (McNamaara, 2011) maka menimbulkan gelombang akustik (suara) ketika muncul ke permukaan bumi. Suara inilah yang kita dengar. Masyarakat ilmiah menyebutnya dengan “Hum.”

Dengan demikian secara ilmiah, suara mirip terompet yang kita dengan di atmosfer bukan merupakan fenomena independen yang muncul di atmosfer namun karena interaksi atmosfer dengan bumi.

*Bidang Pemodelan Atmosfer: Eddy Hermawan, Erma Yulihastin, Lely Qodrita.








Related Posts
No Related posts

Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL