Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Peralatan dan Instrumentasi

  Air Quality Monitoring System



Air Quality Monitoring System (AQMS) digunakan untuk mendeteksi dan menganalisis kualitas udara di daerah Bandung dan sekitarnya. Alat ini dilengkapi dengan sensor pengukur konsentrasi gas, seperti CH4, SO2, dan NO2. Alat ini beroperasi sejak 2008. Spesifikasi Pemantau Kualitas Udara

Produksi HORIBA, Jepang Kode Produksi APMA-370 APNA-370 APSA-370 APHA-370 APMA-370 Aplikasi CO pada udara ambien. NOX, NO2, dan NO pada udara ambien. SO2 pada udara ambien THC, MNHC, dan CH4pada suhu ambien. CO pada udara ambien. Prinsip Kerja Cross flow modulation, non-dispersive infrared (NDIR) absorbtion technology. Cross Flow Modulation type, reduce pressure chemiluminescence (CLD). UV Fluoroscence (UVF). Flame Ionization Detection (FID) dengan selective combustion. Cross flow modulation, non-dispersive infrared (NDIR) absorbtion technology. Range Standard range: 0-10/20/50/100 ppm; 0-5/10/20/50 ppm; auto range ~ manual range selectable. Standard range: 0-0.1/0.2/0.5/1.0 ppm; auto range ~ manual range selectable. Standard range: 0-0.05/0.1/0.2/0.5 ppm; auto range ~ manual range selectable. Standard range: 0-5/10/20/50 ppm; auto range ~ manual range selectable. Standard range: 0-10/20/50/100 ppm; 0-5/10/20/50 ppm; auto range ~ manual range selectable.



Automatic Weather Station


Automatic Weather Station adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur parameter atmosfer, antara lain:

• tekanan

• suhu

• kelembaban

• curah hujan

• indeks UV

• radiasi global

• kecepatan dan arah angin


Brewer Spectrophotometer MK-IV

Brewer Spectrophotometer MK-IV merupakan hasil kerjasama National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dengan Lembaga Penerbangan dan antariksa Nasional (LAPAN), dan mulai beroperasi di LAPAN sejak tahun 2007. Alat ini digunakan untuk mengukur total ozon, SO2, NO2, dan radiasi UV-B di atmosfer.

Brewer Spectrophotometer seri MK-IV menentukan nilai ozon total pada 5 (lima) panjang gelombang UV-B, yaitu 306.3 nm, 310.2 nm, 313.5 nm, 316.8 nm, dan 320.1 nm yang spesifik untuk ozon. Pengukuran konsentrasi ozon total dengan Brewer Spectrophotometer dilakukan dengan 2 metode, yaitu Direct Sun (ds O3) dan Zenith Sky (zs O3). Pengukuran secara direct sun dilakukan dengan cara menghadapkan instrumen Brewer Specthrophotometer langsung ke arah sinar matahari, sehingga radiasi UV yang digunakan tidak termasuk radiasi tidak langsung yang dipancarkan di angkasa. sedangkan pengukuran secara zenith sky menentukan nilai ozon total pada saat instrumen Brewer dihadapkan pada sudut 0 derajat vertikal ke angkasa.

4. CO2 Monitoring

5. Light Detection and Ranging

6. Ozone Monitor

7. Ozonesonde

8. Pyranometer

9. Receiver Satelit MTSAT

10. Transportable Radar


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL