Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Daerah di Jawa Masuk Kemarau Bulan Ini
20 May 2018

Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN) memprediksi pada Mei 2018 akan terjadi penurunan curah hujan di hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.

Menurut Anggota Tim Variabilitas Iklim 2018 PSTA LAPAN Erma Yulihastin, hal tersebut akan mengakibatkan sebagian daerah di Pulau Jawa mengalami awal musim kemarau. Penyebabnya adalah seiring dengan konsistennya angin monsun Australia yang mempunyai sifat kering, maka puncak musim kemarau di Pulau Jawa akan terjadi pada Juni 2018.

"Sedangkan pada bagian ekuator akan mengalami kenaikan curah hujan, seperti Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian barat dan tengah serta di Papua," ujar Erma Yulihastin kepada Liputan6.com, Sabtu, 19 Mei 2018.

Erma Yuhastin menyebut, berdasarkan hasil prediksi Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM), konsistensi monsun Australia akan melemah pada September 2018 dan memasuki musim peralihan, di mana terdapat peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Erma mengatakan hasil prediksi curah hujan bulanan menggunakan CCAM dengan initial condition 1 April 2018 menunjukkan adanya penurunan curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan pada bulan April hingga Juli 2018 yang menandakan mulainya musim kemarau.

Tetap Diselingi Hujan Kecil

Meskipun begitu, pada April 2018 di Pulau Jawa masih akan terjadi hujan meskipun dengan intensitas yang berkurang dibanding bulan Maret 2018. Curah hujan dasarian 1 Maret 2018 kata Erma, tersebar di sepanjang pesisir barat Sumatera, Lampung, Jawa, Kalimantan Barat dan Selatan, Sulawesi Tengah, dan sebagian besar wilayah Indonesia timur serta Papua Nugini.

"Hal ini disebabkan banyaknya awan konvektif di dasarian 1," kata Erma.

Berdasarkan data Tim Variabilitas Iklim 2018 PSTA LAPAN, pada dasarian 2, curah hujan berpusat di Indonesia Timur, perairan sebelah tenggara Indonesia, Papua, dan Papua Nugini. Pada dasarian ini, curah hujan di daerah tersebut melebihi curah hujan pada dasarian 1. Pada dasarian 3, curah hujan tinggi terdapat di perairan barat Sumatera, perairan antara Kalimantan dan Sulawesi.

Namun, sebaran awan konvektif terlihat berkurang jika dibandingkan dengan dasarian sebelumnya dan tersebar di daerah ekuator. Hal ini selaras dengan pengamatan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang menjelaskan bahwa selama bulan Maret, MJO bergerak dari Samudera Hindia menuju Parairan Pasifik Barat.

"Awal Maret MJO cukup kuat dan terus melemah saat berada di atas Indonesia hingga minggu ketiga bulan Maret," ucap Erma.

Lemahnya MJO saat berada di atas Indonesia menyebabkan pengaruhnya terhadap kondisi cuaca di Indonesia relatif kecil. MJO kembali meningkat saat berada di atas Samudera Hindia pada akhir Maret. Diperkirakan MJO terus menguat pada minggu pertama April dan kembali melemah hingga akhir April.

Sumber: Liputan6.

Sumber Gambar: Socratic




Others
Musim Penghujan Agustus-November
18 Oct 2016
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, La Nina pada 2016 akan terjadi dalam skala moderat. Hal ini mempengaruhi intensitas hujan di seluruh wilayah Indonesia. Sekitar 92,7 persen wilayah Indonesia…
September-November Wilayah Jawa Barat Akan Diguyur Hujan Lebat
18 Oct 2016
Hujan lebat masih akan melanda sebagian wilayah Jawa Barat di musim kemarau basah ini. Pemerintah daerah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan yang ekstrem. “Jawa Barat kalau menurut prediksi kami belum…
Topan Nepartak Terjadi di Taiwan, Indonesia Kena Dampaknya
09 Jul 2016
TEMPO.CO, Bandung - Topan Super Nepartak yang menerjang Taitung, selatan Taiwan, Jumat, 8 Juli 2016, berdampak terhadap cuaca di Indonesia. Peneliti Klimatologi dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan…
Waspada Saat Jelang Lebaran, Kemarau 2016 Merupakan Kemarau Basah
29 Jun 2016
BANDUNG, (PR).- Hujan deras yang terjadi sepanjang 16-18 Juni 2016 lalu telah mengakibatkan banjir di Padang Sumatera Barat dan longsor di Kebumen serta Purworejo Jawa Tengah. Padahal, bulan Juni…
Kemarau Basah hingga Agustus, Ini Faktor Penyebabnya
09 Jun 2016
TEMPO.CO, Bandung - Setelah dilanda El Nino tahun lalu, wilayah Indonesia bakal mengalami anomali musim pada 2016-2017. Kemarau kini tak lagi kering karena hujan masih bakal turun seperti pada…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL