Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM MEI 2020
19 Jun 2020

Kondisi Atmosfer Pada Bulan April-Mei 2020

Analisis bulanan kondisi atmosfer

Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada Mei 2020 terlihat mengalami peningkatan di bagian utara Ekuator dan mengalami penurunan di bagian selatan Ekuator jika dibandingkan dengan SPL Bulan April 2020. Peningkatan SPL di wilayah Utara Indonesia akibat dari pergerakan semu matahari yang mulai beranjak dari ekuator menuju belahan bumi utara. Hal ini berpengaruh pada melemahnya monsoon Asia dan meningkatnya intensifikasi monsoon Australia pada Bulan April 2020 ini.  Pada bulan ini pengaruh monsoon Asia sudah tidak terlihat untuk wilayah Indonesia. Peningkatan intensitas monsoon Australia mengakibatkan terjadinya pergeseran area konvergensi ke arah utara Indonesia.

Pembentukan awan konvektif masih terlihat cukup intensif di Pulau Sumatra, Samudra Hindia dan Kalimantan (Gambar 1). Penurunan awan konvektif di sebagian wilayah Indonesia ditandai dengan berkurangnya luas area bernilai OLR rendah.

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SPL dan OLR bulan April dan Mei 2020 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Awan konvektif yang masih cukup banyak di Indonesia, menyebabkan curah hujan yang masih cukup tinggi di Sebagian daerah di Indonesia pada Mei 2020. Banyaknya area konvergensi membuat pembentukan awan-awan konvektif yang massif sehingga terjadi intensifikasi hujan yang menjangkau area yang luas dan merata di wilayah Indonesia terutama di Samudra Hindia dekat perairan Barat Sumatra hingga selatan Pulau Jawa (Gambar 2).

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) di wilayah Indonesia pada bulan April dan Mei 2020 berdasarkan data GSMaP.

Data CPC hingga Maret 2020 menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO netral dan kondisi ENSO neutral ini diprediksi akan berlangsung hingga Oktober 2020 dengan probabilitas sekitar 50%. Sementara itu, menurut data index Indian Ocean Dipole (IOD) dari BOM Australia, kondisi IOD rata-rata pada bulan April 2020 menunjukkan kondisi yang netral, akan tetapi terjadi sedikit peningkatan IOD pada awal dasarian II dan akhir dasarian III. Kondisi IOD diprediksi mengalami peningkatan pada Juni 2020 dan berangsur netral hingga November 2020.

Analisis per dasarian (10 harian) bulan Mei 2020

Pada April 2020, aktivitas MJO berlangsung dimulai pada fase 4, 3 dan 2 di dasarian I, fase 2 dan 3 pada dasarian II, dan fase 4, 5, 6, 7, dan 8 pada dasarian III. Selama dasarian I, MJO berada di atas Benua Maritim Indonesia dengan intetnsitas kuat dan berangsur melemah serta berbalik arah menuju Samudra HIndia. Selanjutnya, pada dasarian II, MJO di atas Samudra Hindia dengan intensitas lemah dan mengalami lonjakan pada pertengahan dasarian 2 saat berada di Samudra Hindia Timur dekat perairan Barat Sumatra. Sementara itu, pada awal dasarian III, MJO dengan intensitas kuat saat berada di Benua Maritim Indonesia dan berangsur melemah hingga fase diposisi di atas Benua Afrika.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pada dasarian I terdapat intensifikasi aktivitas MJO di wilayah Indonesia. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia terutama bagian Barat Indonesia (Gambar 3).

Pada dasarian II terlihat pembentukan awan konvektif di Samudra Hindia semakin menguat seiring dengan lonjakan intensitas MJO dan kondisi IOD Positif sehingga terjadi peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. Intensitas MJO yg cukup kuat pada dasarian III tidak berpengaruh signifikan pada curah hujan di wilayah Indonesia karena peningkatan MJO terjadi pada fase 6 sampai 8  saat MJO sudah tidak di atas Benua Maritim Indonesia.

Gambar 3. Kondisi CH (GSMaP) dan OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dasarian bulan Mei 2020.

Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Menurut hasil prediksi curah hujan untuk bulan Juni 2020 – Januari 2021 menggunakan data luaran Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition 1 Juni 2020, dan menggunakan data prediksi SPL POAMA m24b_e02 29 Mei 2020 pada Gambar 4, sebagian besar wilayah di pulau Jawa akan mengalami musim kemarau yang cukup kering, ditunjukkan dengan adanya penurunan intensitas curah hujan pada bulan Juni dan berlanjut hingga bulan Juli 2020 sedangkan kondisi musim kemarau yang basah diprediksi akan terjadi di sebagian besar wilayah di pulau Sumatra. Berbeda halnya dengan yang terjadi di pulau Jawa, intensitas curah hujan di pulau Kalimantan, Sulawesi dan Papua terlihat akan mengalami peningkatan.  

Pulau Sulawesi diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan yang signifikan pada bulan Juli hingga Agustus 2020. Hal ini perlu diwaspadai mengingat dalam rentang waktu tersebut, beberapa wilayah pulau Sulawesi kerap kali mengalami banjir, terutama di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Tingginya intensitas curah hujan diduga disebabkan oleh pola curah hujan lokal yang memengaruhi wilayah tersebut.

Pada bulan Oktober 2020, monsun Asia tampak mulai memasuki wilayah Indonesia. Walaupun dengan intensitas yang masih tergolong rendah, monsun tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, seperti di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan sebagian wilayah di Sulawesi serta Papua. Kondisi seperti ini diprediksi akan menguat pada bulan November 2020 dan berlanjut hingga bulan Januari 2021.

Gambar 4. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) 1 Juni 2020 dan SPL prediksi dari POAMA (m24b_e02) yang dikeluarkan padatanggal 30 Mei 2020.

Catatan: Terdapat kemungkinan perubahan hasil prediksi untuk bulan selanjutnya, sebagai dampak dari pemutakhiran kondisi awal atmosfer dan SPL yang digunakan dalam menjalankan model. Semakin panjang rentang waktu antara kondisi awal dan bulan yang diprediksi, semakin besar kemungkinan terjadi galat dalam model. Oleh karena itu, prediksi harus selalu diperbarui setiap bulan.

 

Tim Variabilitas Iklim 2020 – PSTA LAPAN:

(Haries Satyawardhana, Eka Putri Wulandari, Gammamerdianti, Erma Yulihastin)




Others
Variabilitas Iklim Bulan Juli 2015
10 Aug 2015
Sinyal Kering Meluas di Wilayah Indonesia Variabilitas Iklim Bulan Juli 201 5 Ringkasan Curah hujan di…
Variabilitas Iklim Bulan Juni 2015
07 Jul 2015
Wilayah Indonesia Kering dan Tanpa Awan Variabilitas Iklim Bulan Juni 201 5 Ringkasan Curah hujan di sebagian…
Variabilitas Iklim Bulan Mei 2015
18 Jun 2015
Curah Hujan Berkurang di Wilayah Indonesia Variabilitas Iklim Bulan Mei 2015 Ringkasan Curah hujan di sebagian besar…
Variabilitas Iklim Bulan April 2015
10 May 2015
Curah Hujan Meningkat di Wilayah Indonesia Variabilitas Iklim Bulan April 2015 Ringkasan Curah hujan di sebagian besar…
Variabilitas Iklim Bulan Maret 2015
14 Apr 2015
Hujan Meningkat Signifikan di Jawa dan Sumatera
Variabilitas Iklim Bulan Februari 2015
16 Mar 2015
Hujan Berkurang Signifikan di Wilayah Indonesia


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL