Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM MARET 2018
19 Apr 2018

Kondisi Atmosfer Pada Bulan  Februari - Maret 2018

Pada bulan Maret 2018 terlihat monsun Asia mulai melemah. Hal ini menandakan Indonesia telah  memasuki periode transisi. Hal ini dijelaskan oleh Gambar 1 dimana angin baratan mulai terlihat melemah di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara akibat pengaruh melemahnya monsun Asia.

Melemahnya monsun ini dipengaruhi oleh adanya kontras SST antara bagian utara (Laut Cina Selatan) dan selatan Indonesia (perairan utara Australia) yang semakin kecil pada bulan Maret 2018 (Gambar 1). Peningkatan SST tampak terjadi di wilayah perairan Indonesia pada bulan Maret 2018 jika dibandingkan dengan Februari 2018, terutama di Indonesia bagian timur.

Selain melemahkan monsun Asia, adanya peningkatan SST hampir di seluruh perairan Indonesia turut mengakibatkan banyaknya awan konvektif, yang ditandai dengan nilai OLR yang rendah, terutama di Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian barat dan selatan, Sulawesi Tengah dan Papua. Sedangkan aktivitas konvektif hanya sedikit di Indonesia bagian selatan.

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SST dan OLR bulan Februari dan Maret 2018 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Beberapa parameter atmosfer seperti angin permukaaan, SST dan OLR sebagaiamana ditunjukkan pada Gambar 1, cukup signifikan mempengaruhi curah hujan bulan Maret 2018 (Gambar 2). Curah hujan bulan Maret 2018 tampak lebih tinggi dibandingkan Februari 2018 yang terjadi hampir di seluruh Indonesia, kecuali Indonesia bagian selatan.

Distribusi akumulasi curah hujan yang semakin besar tersebut terutama terjadi di Pulau Jawa bagian barat, Sumatera bagian Selatan dan Laut Arafuru (bagian selatan Papua), dimana curah hujan bulanan masih cukup tinggi dengan akumulasi lebih dari 500mm. Namun sebaliknya khusus di sebagian besar Pulau Jawa, Bali , Nusa Tenggara curah hujan tampak mengalami penurunan.

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) Indonesia Bulan Februari dan Maret 2017 berdasarkan data GSMaP.

Gambar 3. Kondisi OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dan CH dasarian (GSMaP) Maret 2018.

Distribusi curah hujan bulan Maret 2018 untuk dasarian 1 tersebar di sepanjang pesisir barat Sumatra, Lampung, jawa, Kalimantan barat dan selatan, Sulawesi tengah dan sebagian besar wilayah Indonesia timur serta papua nugini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya awan konvektif di dasarian 1 tersebut. Sedangkan pada dasarian 2, curah hujan berpusat di Indonesia timur, perairan sebelah tenggara Indonesia, Papua dan Papua Nugini. Pada dasarian 2, curah hujan di daerah tersebut melebihi curah hujan pada dasarian 1. Pada dasarian 3, curah hujan tinggi terdapat di perairan barat Sumatra, perairan antara Kalimantan dan Sulawesi. Namun, sebaran awan konvektif terlihat berkurang jika dibandingkan dengan dasarian sebelumnya dan tersebar di daerah ekuator. Hal ini selaras dengan pengamatan MJO (sumber: CPC) yang menjelaskan bahwa selama bulan Maret MJO bergerak dari Samudera Hindia menuju Parairan Pasifik Barat. Pada awal Maret MJO cukup kuat dan terus melemah saat berada di atas Indonesia yaitu sampai minggu ketiga bulan Maret. Lemahnya MJO saat berada di atas Indonesia menyebabkan pengaruhnya terhadap kondisi cuaca di Indonesia juga relatif kecil. Kemudian MJO kembali meningkat saat berada di atas Samudera Hindia pada akhir Maret. Diperkirakan MJO terus menguat pada minggu pertama April dan kembali melemah hingga akhir bulan April.

Data CPC untuk kondisi ENSO selama bulan Maret 2018 menunjukkan adanya kecenderungan berlangsung fenomena La Nina dengan intensitas lemah.  Hal ini digambarkan oleh anomali SST nino 3.4 sebesar -0.7oC. Nilai ini berada di bawah ambang batas ENSO normal yaitu antara -0,5oC dan 0.5oC. Kondisi anomali SST nino 3.4 tampak kurang dari -0.5 sudah berlangsung selama lebih dari 3 bulan berturut-turut.

Secara keseluruhan berdasarkan kondisi atmosfer dan lautan, IRI memprediksi bahwa kondisi ENSO diperkirakan netral dengan kemungkinan sekitar 55% pada periode MAM 2018ΒΈ dan peluang terjadinya ENSO netral akan mengalami kenaikan pada periode AMJ dan MJJ. Hal ini menguatkan argumen bahwa La Nina akan hilang berganti menjadi netral pada bulan April 2018.

Kondisi Dipole Mode di Samudra Hindia pada bulan Maret juga tergolong netral dengan rata-rata nilai indeks 0.2oC. Prediksi dari Bureau of Meteorologi (BOM) Australia, kondisi IOD tetap netral 2 bulan selanjutnya dengan kemungkinan kejadian lebih dari 60%. Kondisi Dipole Mode di Samudra Hindia pada awal Februari menunjukkan indeks IOD negative dan menigkat hingga akhir bulan. namun penigktan indeks IOD selama Bulan Februari tidak terlalu signifikan sehinga kondisi IOD Februari tergolong netral dengan rata-rata nilai indeks 0.01. Prediksi dari Bureau of Meteorologi (BOM) Australia, kondisi IOD untuk 2 bulan selanjutnya tetap pada kondisi netral.

Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Prediksi curah hujan untuk bulan April – September 2018 menggunakan data hasil Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition bulan April 2018 ditunjukkan oleh Gambar 4.

Gambar 4. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) bulan 1 April 2018 dan SST prediksi dari POAMA (m24b_emn) yang dikeluarkan pada tanggal 28 Maret 2018.

Hasil prediksi curah hujan bulanan menggunakan CCAM dengan initial condition 1 April 2018 menunjukkan adanya penurunan  curah hujan di wilayah Indonesia bagian selatan pada bulan April hingga Juli 2018.  Meskipun demikikian, tampak bulan April 2018 di Pulau Jawa masih akan terjadi hujan namun dengan intensitas yang lebih kecil dibandingkan bulan Maret 2018 (Gambar 5).

Gambar 5. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) bulan 1 Maret 2018 dan SST prediksi dari POAMA (m24b_emn) yang dikeluarkan pada tanggal 26 Februari 2018.

Sedangkan pada bulan Mei 2018 berdasarkan hasil CCAM, tampak penurunan curah hujan yang terjadi hampir di sebagian besar wilayah Indonesia, sebagian Jawa akan mengalami awal musim kemarau. Seiring dengan konsistennya monsun Australia yang mempunyai sifat kering, maka puncak musim kemarau di Pulau Jawa akan terjadi pada bulan Juni 2018, sedangkan pada bagian ekuator, akan mengalami kenaikan curah hujan, seperti Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian barat dan tengah serta di Papua.

Berdasarkan hasil prediksi CCAM, konsistensi monsun Australia akan melemah pada bulan September 2018 dan memasuki musim peralihan dimana terdapat peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Catatan: Terdapat kemungkinan perubahan dalam prediksi yang dihasilkan di bulan selanjutnya dikarenakan update kondisi inisial dan SST prediksi yang digunakan dalam model, dan mohon diperhatikan kemungkinan error akan tinggi untuk prediksi yang jauh dari initial condition, oleh karena itu prediksi akan selalu di-update setiap bulannya.

 (Tim Variabilitas Iklim 2018 – PSTA LAPAN)




Others
VARIABILITAS IKLIM MARET 2018
19 Apr 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan  Februari - Maret 2018 Pada bulan Maret 2018 terlihat monsun Asia mulai melemah. Hal ini menandakan Indonesia telah  memasuki periode transisi. Hal ini dijelaskan oleh Gambar…
VARIABILITAS IKLIM FEBRUARI 2018
20 Mar 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Januari – Februari 2018 Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan bulan Februari 2018 dari GSMaP (Gambar 1a),  terlihat bahwa intensitas curah hujan berkurang cukup signifikan di wilayah…
VARIABILITAS IKLIM JANUARI 2018
28 Feb 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Desember-Januari 2018 Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan bulan Desember 2017 dari GSMaP (Gambar 1a),  terlihat bahwa intensitas curah hujan bertambah cukup signifikan di wilayah Indonesia selatan…
VARIABILITAS IKLIM DESEMBER 2017
18 Jan 2018
1. Kondisi Atmosfer Pada Bulan November-Desember 2017 Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan bulan Desember 2017 dari GSMaP (Gambar 1),  terlihat bahwa intensitas curah hujan berkurang cukup signifikan di wilayah Indonesia…
VARIABILITAS IKLIM OKTOBER 2017
03 Nov 2017
Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan bulan Oktober 2017 dari GSMaP (Gambar 1a),  terlihat bahwa intensitas curah hujan berkurang cukup signifikan di…
VARIABILITAS IKLIM SEPTEMBER 2017
06 Oct 2017
1. Kondisi Atmosfer Pada Bulan Agustus-September 2017 Berdasarkan hasil pengamatan curah hujan bulan september 2017 dari GSMaP (Gambar 1a), daerah - daerah pusat hujan terletak di pesisir barat Sumatra, barat…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL