Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM JANUARI 2019
08 Feb 2019

Kondisi Atmosfer Pada Bulan Desember 2018 - Januari 2019

Analisis bulanan kondisi atmosfer

Suhu permukaan di seluruh perairan Indonesia cenderung menurun pada bulan Januari 2019 jika dibandingkan dengan Bulan Desember 2018 (Gambar 1). Suhu perairan tertinggi terlihat di wilayah perairan Sulawesi Tenggara dan di Laut Arafura (sebelah selatan Pulau Papua) yaitu sekitar 300C. Pengaruh angin baratan dari Asia terhadap kawasan Indonesia bagian selatan semakin konsisten pada Bulan Januari 2019  dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan bulan Desember 2018. Terlihat kecepatan angin yang bertambah tinggi pada Januari 2019 menjadi 3-4 m/s yang semakin menguatkan konsistensi monsun Asia di Indonesia bagian selatan.

Kondisi keawanan yang tinggi ditunjukan oleh nilai OLR yang rendah, pada bulan Januari 2019 terlihat bahwa secara umum di wilayah Indonesia mempunyai banyak awan konvektif meskipun untuk di beberapa daerah seperti Indonesia bagian barat (Sumatera bagian utara) hanya sedikit awan konvektif. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah Indonesia Tengah dan Timur  yang mempunyai banyak awan konvektif (OLR rendah) seperti di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua. Daerah dengan sedikit awan juga terjadi di Bali dan Nusa Tenggara.  Pada Januari 2019, awan konvektif terbentuk secara intensif di sekitar ekuator, ditunjukkan dengan nilai OLR yang sangat rendah.

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SST dan OLR bulan Desember 2018 dan Januari 2019 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Pengaruh semakin konsistennya monsoon Asia musim dingin (Monsun Asia) lebih besar dibandingkan dengan pengaruh SST di Indonesia pada bulan Januari 2019. Hal ini menyebabkan banyaknya awan konvektif dan tingginya curah hujan di kawasan Indonesia khususnya bagian selatan. Terjadi peningkatan curah hujan untuk Pulau Jawa pada Januari 2019 dibandingkan dengan Desember 2018.

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019  berdasarkan data GSMaP.

Data CPC masih menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO positif yang berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Kondisi ENSO positif selama Bulan Januari 2019 digambarkan oleh anomali SST Nino 3.4 yang mencapai nilai 0.89oC.  Menurut IRI, secara keseluruhan berdasarkan  kondisi atmosfer dan lautan, hasil prediksi ENSO menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO akan terus menurun hingga mendekati kondisi netral pada musim Agustus-September-Oktober (ASO) 2019 dengan probabilitas ENSO netral 48%.

Kondisi Dipole Mode (IOD) di Samudra Hindia pada bulan Januari 2019 tergolong netral berdasarkan Bureau of Meteorologi (BOM) Australia karena memiliki indeks dibawah 0.40C. Nilai indeks IOD rata-rata pada bulan  Desember 2018 bernilai -0.050C. Nilai IOD terendah selama Bulan Januari 2019 terjadi pada akhir bulan, mencapai nilai indeks -0.230C. Prediksi kondisi IOD yang dikeluarkan BOM menyatakan indeks IOD akan mngalami peningkatan tapi masih dalam batas netral hingga Juli 2019 dengan probabilitas 52,5%, dan mencapai kondisi IOD positif pada Agustus 2019 dengan probabilitas IOD positif 52,5%.


Analisis per dasarian (10 harian) bulan Januari 2019

Awal bulan Januari 2019, MJO berada dalam fase awal dan bergerak dari benua Afrika. Pada dasarian I MJO memiliki intensitas kuat, namun karena berada di fase awal (8 dan 1), maka daerah banyak awan terdapat di Afrika dan Samudera Hindia bagian timur, sedangkan awan konvektif di Indonesia masih tergolong sedikit. Memasuki dasarian II intiensitas MJO lemah berada di fase 2,3 dan memasuki fase 4 dengan peningkatan intensitas MJO. Hal ini memberi pengaruh terhadap peningkatan curah hujan dan banyaknya awan konvektif di wilayah Indonesia. MJO semakin menguat pada dasarian III Januari 2019 yang menyebabkan curah hujan tinggi di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. NOAA memprediksi bahwa MJO akan memasuki dasarian I Februari, dan kembali meningkat pada pertengahan Februari 2019.

Gambar 3. Kondisi CH (GSMaP) dan OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dasarian bulan Januari 2019.

Distribusi curah hujan bulan Januari 2019 untuk wilayah Indonesia pada dasarian III lebih merata dibanding dasarian I dan II (Gambar 3). Pada dasarian I secara umum curah hujan untuk wilayah Indonesia cukup rendah dan pembentukan awan konvektif yang sedikit. Pada dasarian II dan III terjadi peningkatan curah hujan dibandingkan dengan dasarian I. Hampir seluruh wilayah Indonesia memiliki curah hujan lebih dari 50 mm pada dasarian ketiga, curah hujan tertinggi di wilayah selatan Indonesia yang mencapai 300mm. Hal ini diperkirakan terjadi karena adanya penurunan indeks IOD dan peningkatan intensitas MJO pada dasarian III Januari 2019.


Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Prediksi curah hujan untuk bulan Februari 2019 sampai Agustus 2019 menggunakan data hasil Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition 1 Februari 2019, dan menggunakan data prediksi SST POAMA m24b_e02 31 Januari 2019 ditunjukkan oleh Gambar 4.

Menurut prediksi hasil model CCAM untuk bulan Januari 2019 menggambarkan penyebaran hujan hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Pulau Sumatra bagian Utara yang memiliki curah hujan rendah (kurang dari 50 mm). Meskipun curah hujan di Wilayah Indonesia bagian selatan masih tergolong tinggi, namun menurut hasil prediksi tidak setinggi pada bulan Januari 2019 (lihat laporan variabilitas iklim Januari 2019). Hal ini terpengaruh oleh aktivitas monsoon Asia yang masih konsisten berhembus. Curah hujan di Indonesia bagian Selatan diprediksi mengalami penurunan secara gradual mulai dari Bulan Maret hingga Agustus 2019. Kondisi kering diprediksi akan terjadi pada bulan Juni, Juli dan Agustus 2019 seiring meningkatnya (aktif-nya) monsoon Australia pada periode tersebut. Hampir sama dengan prediksi Bulan Januari 2019 (lihat Laporan Variabilitas Iklim Januari 2019) bahwa penguatan aktivitas monsoon Australia diprediksi akan terjadi mulai di bulan April 2019 ditandai dengan aktifnya angin timuran di Indonesia bagian selatan yang menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia bagian selatan pada bulan Mei 2019 dan bergesernya puncak hujan ke arah tengah dan utara ekuator.


Gambar 4.
Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) 1 Februari 2019 dan SST prediksi dari POAMA (m24b_e02) yang dikeluarkan pada tanggal 31 Januari 2019.

 

Catatan: Terdapat kemungkinan perubahan dalam prediksi yang dihasilkan di bulan selanjutnya dikarenakan update kondisi inisial dan SST prediksi yang digunakan dalam model, dan mohon diperhatikan kemungkinan error akan tinggi untuk prediksi yang jauh dari initial condition, oleh karena itu prediksi akan selalu di-update setiap bulannya.

 (Tim Variabilitas Iklim 2019 – PSTA LAPAN




Others
VARIABILITAS IKLIM JANUARI 2019
08 Feb 2019
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Desember 2018 - Januari 2019 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan di seluruh perairan Indonesia cenderung menurun pada bulan Januari 2019 jika dibandingkan dengan Bulan…
VARIABILITAS IKLIM DESEMBER 2018
11 Jan 2019
Kondisi Atmosfer Pada Bulan November – Desember 2018   Analisis bulanan kondisi atmosfer
VARIABILITAS IKLIM NOVEMBER 2018
10 Dec 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Oktober - November 2018 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan di seluruh perairan Indonesia cenderung meningkat pada bulan November  2018 jika dibandingkan dengan Bulan Oktober…
VARIABILITAS IKLIM OKTOBER 2018
09 Nov 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan September - Oktober 2018 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan di perairan selatan Indonesia cenderung meningkat pada bulan Oktober  2018 jika dibandingkan dengan Bulan September…
VARIABILITAS IKLIM SEPTEMBER 2018
08 Oct 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Agustus-September 2018 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan di perairan selatan Indonesia yang cenderung dingin pada bulan Agustus lalu masih berlangsung hingga bulan September (Gambar…
VARIABILITAS IKLIM AGUSTUS 2018
12 Sep 2018
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Juli-Agustus 2018 Analisis bulanan kondisi atmosfer Pada bulan Agustus (Gambar 1), suhu permukaan di perairan selatan Indonesia cenderung dingin akibat dari pengaruh musim dingin di…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL