Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


VARIABILITAS IKLIM MARET 2020
14 Apr 2020

Kondisi Atmosfer Pada Bulan Februari - Maret 2020

Analisis bulanan kondisi atmosfer

Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada bulan Maret 2020 terlihat mengalami peningkatan di sebagian besar wilayah perairan Indonesia, hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan SPL di beberapa perairan lokal akibat dari pergerakan semu matahari yang mulai beranjak dari belahan bumi selatan menuju ke ekuator. Peningkatan SPL terjadi di perairan selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, perairan barat Sumatra, Laut Jawa, Laut Sulawesi dan Laut Arafuru jika dibandingkan dengan SPL pada bulan Februari 2020. Hal ini berpengaruh pada melemahnya monsun Asia dan mulai munculnya monsun Australia pada bulan Maret 2020. Namun, pengaruh monsun Asia masih terlihat meskipun dengan intensitas rendah di kawasan Indonesia bagian utara, sedangkan di bagian selatan mulai munculnya monsun Australia menyebabkan di Indonesia menjadi titik pertemuan kedua monsun pada bulan Maret 2020. Hal ini menyebabkan banyaknya area konvergensi yang terjadi sehingga intensitas awan konvektif hampir tidak jauh berbeda dengan bulan Februari di mana pengaruh monsun Asia masih besar di Indonesia (Gambar 1). Pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Indonesia tersebut juga ditandai dengan perluasan area bernilai OLR rendah, terutama di kawasan Papua.

Gambar 1. Kondisi angin di level 850 mb, SPL dan OLR bulan Februari dan Maret 2020 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR.

Intensitas curah hujan yang relatif tinggi terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Maret 2020. Hal ini disebabkan oleh banyaknya area konvergensi dan tingginya SPL lokal membuat pembentukan awan-awan konvektif yang masif sehingga terjadi intensifikasi hujan yang menjangkau area yang luas dan merata di sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan ini (Gambar 2).

Gambar 2. Akumulasi curah hujan (mm) di wilayah Indonesia pada bulan Februari dan Maret 2020   berdasarkan data GSMaP.

Data CPC hingga bulan Maret 2020 menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO netral dan kondisi ENSO netral ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Oktober 2020 dengan probabilitas sekitar 50%. Sementara itu, menurut data index Indian Ocean Dipole (IOD) dari BOM Australia, kondisi IOD menunjukkan kondisi yang netral dan kondisi ini diprediksi berlangsung hingga Juni dan pada saat bulan Juli 2020 diprediksi terjadi IOD negatif.

Analisis per dasarian (10 harian) bulan Maret 2020

Pada bulan Maret 2020, aktivitas MJO berlangsung dimulai pada fase 4 dan 5 di dasarian I, fase 6, 7, 8, 1 dan 2 pada dasarian II, dan fase 2, 3, 4 pada dasarian III dengan intensitas kuat. Sehingga dapat dikatakan selama bulan Maret 2020, terdapat 1 siklus MJO dalam periode waktu ± 30 hari.

Selama dasarian I, MJO berada dalam fase 4 dan 5 atau berada di atas Benua Maritim Indonesia. Selanjutnya, pada dasarian II, MJO mengalami fase disipasi di Samudra Pasifik dan mulai membentuk siklus awal di perairan Afrika. Sementara itu, pada dasarian III, MJO dengan intensitas kuat saat berada di Samudra Hindia dan Benua Maritim Indonesia.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pada dasarian I terdapat intensifikasi pembentukan awan konvektif di wilayah Indonesia. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besarwilayah Indonesia (Gambar 3). Pada dasarian II terlihat pembentukan awan konvektif berpindah ke arah timur seperti di Indonesia bagian timur dan Pasifik Barat sehingga terjadi peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. Intensitas MJO mulai terlihat berpengaruh Kembali pada dasarian III, dengan adanya peningkatan curah hujan di sebagian Kawasan Indonesia, seperti di pesisir barat Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Papua.

Gambar 3. Kondisi CH (GSMaP) dan OLR berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR dasarian bulan Maret 2020.

Prediksi Curah Hujan untuk Beberapa Bulan Mendatang di Indonesia

Prediksi curah hujan untuk bulan Maret hingga September 2020 menggunakan data luaran Conformal Cubic Atmospheric Model (CCAM) dengan initial condition pada tanggal 1 April 2020, dan menggunakan data prediksi SPL POAMA m24b_e02 29 Maret 2020 ditunjukkan oleh Gambar 4. Untuk prediksi bulan April 2020,curah hujan masih diprediksi cukup tinggi dan merata di beberapa wilayah di Indonesia, meskipun monsoon Australia sudah terlihat menguat pada bulan ini. Sedangkan pada prediksi bulan Mei 2020, terlihat hilangnya monsoon Asia dan munculnya inisiasi monsoon Australia yang ditandai dengan menguatnya angin timuran di Indonesia bagian selatan. Hal ini berpengaruh kepada berpindahnya pusat-pusat konvergensi lebih ke arah utara (di sekitar ekuator), seperti di Laut Jawa, Laut Sulawesi, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Pulau Kalimantan, sehingga di daerah-daerah tersebut mengalami peningkatan curah hujan. Hal ini berbanding terbalik dengan daerah Indonesia bagian selatan yang terjadi penurunan curah hujan, meskipun diprediksi masih akan terjadi hujan.

Musim kemarau yang basah diperkirakan akan terjadi pada musim kemarau 2020 ini menurut hasil running prediksi musim pada bulan April 2020. Hal ini ditandai dengan adanya hujan meskipun dengan intensitas rendah pada saat musim kemarau di Indonesia. Namun hasil prediksi ini perlu dimonitor dan dipantau terus menerus dengan prediksi yang lebih terbaru dengan pemutakhiran kondisi awal (initial condition). Selanjutnya, monsun Australia diperkirakan akan mengalami pelemahan pada September dengan munculnya inisiasi monsoon Asia pada bulan Oktober 2020. Sementara itu, untuk wilayah di bagian selatan Indonesia, curah hujan diprediksi berkurang secara gradual sejak bulan Juni, dan signifikan pada bulan Juli dan Agustus 2020. Namun, penurunan intensitas curah hujan di Indonesia bagian selatan akan diikuti oleh peningkatan curah hujan di Indonesia bagian utara dan ekuator, seperti di Sumatera bagian utara, Kalimantan, Sulawesi dan Kepulauan Maluku.

Gambar 4. Prediksi curah hujan dan angin permukaan menggunakan CCAM dengan initial condition dari data Global Forecasting System (GFS) 1 April 2020 dan SPL prediksi dari POAMA (m24b_e02) yang dikeluarkan padatanggal 29 Maret 2020.

Catatan: Terdapat kemungkinan perubahan hasil prediksi untuk bulan selanjutnya, sebagai dampak dari pemutakhiran kondisi awal atmosfer dan SPL yang digunakan dalam menjalankan model. Semakin panjang rentang waktu antara kondisi awal dan bulan yang diprediksi, semakin besar kemungkinan terjadi galat dalam model. Oleh karena itu, prediksi harus selalu diperbarui setiap bulan.

 

Tim Variabilitas Iklim 2020 – PSTA LAPAN:

(Haries Satyawardhana, Eka Putri Wulandari, Gammamerdianti, Erma Yulihastin)




Others
VARIABILITAS IKLIM MARET 2020
14 Apr 2020
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Februari - Maret 2020 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada bulan Maret 2020 terlihat mengalami peningkatan di sebagian besar…
VARIABILITAS IKLIM FEBRUARI 2020
12 Mar 2020
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Januari - Februari 2020 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada Februari 2020 terlihat mengalami penurunan di sebagian besar perairan…
VARIABILITAS IKLIM JANUARI 2020
10 Feb 2020
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Desember 2019 – Januari 2020 Analisis Bulanan Kondisi Atmosfer Suhu permukaan laut (SPL) di wilayah Indonesia pada Januari 2020 terlihat mengalami penurunan di sebagian besar…
VARIABILITAS IKLIM DESEMBER 2019
15 Jan 2020
Kondisi Atmosfer Pada Bulan November-Desember 2019 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan perairan (SST)di wilayah Indonesia pada Bulan Desember 2019 terlihat mengalami peningkatan di sebagian besar perairan Indonesia terutama…
VARIABILITAS IKLIM NOVEMBER 2019
13 Dec 2019
Kondisi Atmosfer Pada Bulan Oktober-November 2019 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan perairan (SST)di wilayah Indonesia pada Bulan November 2019 terlihat mengalami peningkatan di sebagian besar perairan Indonesia, terutama…
VARIABILITAS IKLIM OKTOBER 2019
18 Nov 2019
Kondisi Atmosfer Pada Bulan September-Oktober 2019 Analisis bulanan kondisi atmosfer Suhu permukaan perairan di wilayah Indonesia pada Bulan Oktober 2019 terlihat mengalami peningkatan untuk wilayah Indonesia bagian utara jika…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL