Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Evolusi Hujan di Indonesia Januari-Oktober 2015 dan Prediksinya
17 Nov 2015

Evolusi Hujan Selama Januari-Oktober 2015

Sejak Januari-Oktober 2015, variasi hujan di wilayah Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada bulan Januari-April, kondisi cukup hujan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia (Gambar 1-4). Selanjutnya, mulai Mei, hujan mulai berkurang cukup merata di selatan Indonesia (Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara, Papua bagian selatan) (Gambar 5). Hal ini menunjukkan terjadi anomali yang lebih kering dari kondisi klimatologisnya (TRMM 10 tahun) di mana pada Mei pengurangan hujan hanya terjadi di wilayah Nusa Tenggara (Gambar 11).

Parahnya, kondisi minim hujan ini berlangsung dari Mei hingga Oktober 2015 (Gambar 6-10). Padahal menurut kondisi normal klimatologis, hujan minimum yang merata di selatan Indonesia berlangsung selama Juli-September. Kecuali di Jawa bagian barat yang mengalami musim kemarau lebih pendek (Agustus-September) (Gambar 11).

Gambar 1. Akumulasi presipitasi selama bulan Januari 2015.

Gambar 2. Akumulasi presipitasi selama bulan Februari 2015.

Gambar 3. Akumulasi presipitasi selama bulan Maret 2015.

Gambar 4. Akumulasi presipitasi selama bulan April 2015.

Gambar 5. Akumulasi presipitasi selama bulan Mei 2015.

Gambar 6. Akumulasi presipitasi selama bulan Juni 2015.

Gambar 7. Akumulasi presipitasi selama bulan Juli 2015.


Gambar 8. Akumulasi presipitasi selama bulan Agustus 2015.

Gambar 9. Akumulasi presipitasi selama bulan  September 2015.

Gambar 10. Akumulasi presipitasi selama bulan Oktober 2015.

Gambar 11. Curah hujan konvektif klimatologis 10 tahun berdasarkan data TRMM 2A25 (Yulihastin, 2010).

Prediksi Angin dan Hujan November 2015-Februari 2016

Prediksi pada bulan November memperlihatkan bahwa aktivitas MJO kuat di Samudra Hindia masih akan berlangsung hingga 23 November 2015. Kondisi ini merupakan gangguan skala sinoptik yang akan berpengaruh pada peningkatan suplai awan-awan konvektif dari Samudra Hindia menuju wilayah Indonesia.

Hasil pengamatan terhadap pola angin pada ketinggian 850 mb menunjukkan bahwa terjadi konvergensi skala luas di atas Sumatra dan Kalimantan selama November 2015 yang kemungkinan berpengaruh pada peningkatan aktivitas konveksi di wilayah tersebut, termasuk di wilayah Jawa. Selain itu, menghangatnya suhu permukaan laut di Laut China Selatan dan Samudra Hindia juga turut menambah pasokan uap air untuk wilayah Indonesia bagian barat (Sumber: cpc.ncep.noaa.gov, gambar tidak ditampilkan).

Prediksi bulan Desember menunjukkan bahwa angin monsun sudah mulai berubah arah dari timuran menjadi baratan di Indonesia bagian selatan yang menandakan dimulainya musim hujan di wilayah tersebut. Namun, prediksi MJO (Gambar 12) sejak 23 November menunjukkan kondisi yang lemah (transisi dari kuat menuju lemah) hingga akhir Desember 2015. Sementara di Samudra Pasifik, kondisi ElNino masih kuat. Hal ini kemungkinan akan berpengaruh pada pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia.

Prediksi Januari dan Februari 2016 memperlihatkan angin dari utara ekuator bertiup cukup kuat dan konsisten menuju selatan ekuator dan berubah menjadi angin baratan yang homogen di atas Jawa dan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan kondisi angin pada bulan Januari dan Februari secara klimatologis (Gambar 14). Prediksi hujan pada Januari dan Februari 2016 juga menunjukkan wilayah di selatan Indonesia mengalami curah hujan yang lebih tinggi dibanding bulan Desember 2015.

Gambar 12. Prediksi MJO dan Anomali OLR hingga akhir Desember 2015 (Sumber: envam1.env.uea.ac.uk).

Gambar 13. Prediksi Hujan dan Angin November 2015 – Februari 2016 berdasarkan CCAM.

Gambar 14. Angin dan OLR klimatologis 1980-2010 berdasarkan data reanalisis NCEP/NCAR (Yulihastin dan Hermawan, 2013).

Dikerjakan oleh: Tim Variabilitas Iklim Bidang Pemodelan Atmosfer PSTA-LAPAN (Erma Yulihastin, Eddy Hermawan, Suaydhi, Lely Qodrita Avia, Haries Satyawardhana).

 




Others
Evolusi Hujan di Indonesia Januari-Oktober 2015 dan Prediksinya
17 Nov 2015
Evolusi Hujan Selama Januari-Oktober 2015 Sejak Januari-Oktober 2015, variasi hujan di wilayah Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada bulan Januari-April, kondisi cukup hujan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia…
Kontribusi Asap dari Kalimantan Menuju Jakarta dan Bandung Analisis Peningkatan Aerosol di Atmosfer Bandung dan Jakarta
03 Nov 2015
Ringkasan Penurunan visibilitas atmosfer di wilayah Bandung dan Jakarta pada periode 23-24 Oktober 2015 dianalisis menggunakan data dari satelit, model, dan observasi. Semua data memperlihatkan terjadinya peningkatan konsentrasi…
Prediksi ElNino dan Potensi Kekeringan di Indonesia
18 Jun 2015
Prediksi ElNino dan Potensi Kekeringan di Indonesia Analisis Prediksi ElNino 2015-2016 Oleh: Erma Yulihastin dkk.*) Ringkasan …
Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum”
09 Jun 2015
Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum” (Hasil Diskusi Tim PSTA* Menanggapi Isu Suara Terompet di Langit, Bandung 27 Mei 2015) Tim…
Analisis Gelombang Suhu Panas di India
08 Jun 2015
Analisis Gelombang Suhu Panas di India Oleh: Noersomadi*) dan Erma Yulihastin*) Beberapa hari ini, dunia dikejutkan dengan fenomena cuaca ekstrem di India…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443



© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL