Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Social Distancing Belum Efektif Bersihkan Udara di Pulau Jawa
15 Apr 2020

PSTA-LAPAN Bandung- Selama penerapan kebijakan Social Distancing (Sodis) di Indonesia sejak 17 Maret 2020, tidak ada peningkatan signifikan terhadap kualitas udara di kota-kota besar di Pulau Jawa. Hal ini tampak dari data kandungan partikulat utama penyebab polusi udara seperti NO2, PM 2.5 secara umum yang tidak mengalami penurunan signifikan ketika dibandingkan antara periode sesudah dan sebelum Sodis. Namun, penurunan polutan tampak terjadi di pulau-pulau lain, seperti di Sumatra, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara (Gambar 1).

Gambar 1. Perbandingan kandungan PM2.5 antara sebelum (9 Maret 2020) dan sesudah (27 Maret 2020) Sodis.

Meskipun demikian, analisis data yang lebih detail di Pulau Jawa menunjukkan adanya variasi dengan penurunan polutan terjadi di kawasan pesisir utara Jawa bagian barat, wilayah banten, dan sebagian besar bagian utara Jawa Timur (Gambar 2). Sementara itu, di bagian tengan dan selatan Pulau Jawa justru mengalami kenaikan polutan. Penurunan polutan di kawasan pesisir utara Jawa bagian barat juga terlihat mendapat pengaruh dari penurunan signifikan yang terjadi di Laut Jawa. Hal ini tampak berasosiasi dengan peningkatan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Gambar 2. Perbandingan kandungan polutan NO2 antara sebelum (1-6 Maret 2020) dan sesudah (1-6 April 2020) Sodis.

Pantauan terhadap kandungan NO2 di troposfer, lapisan bawah atmosfer, ini diperoleh dari satelit AURA milik NOAA Amerika Serikat yang memiliki resolusi spasial 0,25 derajat lintasan di ekuator sekitar pukul 13.30 WIB. Sementara pemantauan terhadap PM2,5 di permukaan diperoleh dari data satelit HIMAWARI dan MASINGAR milik Japan Meteorological Agency (JMA) dengan resolusi spasial 0,4 derajat dan resolusi temporal setiap jam.

Meskipun hasil pemantauan dengan menggunakan satelit ini memiliki akurasi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan data insitu pengukuran di permukaan, namun secara umum dapat diperoleh gambaran bahwa berbagai instrumen kebijakan terkait Sodis belum menunjukkan efektifitas penghentian mobilitas dan aktivitas manusia yang berpengaruh besar terhadap polusi udara yaitu dari sektor transportasi dan pabrik.

Disusun oleh Tim Kelompok Penelitian Lingkungan Atmosfer, PSTA-LAPAN

Sumber gambar cover: The Jakarta Post.




Others
Prediksi ElNino dan Potensi Kekeringan di Indonesia
18 Jun 2015
Prediksi ElNino dan Potensi Kekeringan di Indonesia Analisis Prediksi ElNino 2015-2016 Oleh: Erma Yulihastin dkk.*) Ringkasan …
Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum”
09 Jun 2015
Interaksi Gelombang Akustik, Gravitasi, dan Seismik Terkait “Earth Hum” (Hasil Diskusi Tim PSTA* Menanggapi Isu Suara Terompet di Langit, Bandung 27 Mei 2015) Tim…
Analisis Gelombang Suhu Panas di India
08 Jun 2015
Analisis Gelombang Suhu Panas di India Oleh: Noersomadi*) dan Erma Yulihastin*) Beberapa hari ini, dunia dikejutkan dengan fenomena cuaca ekstrem di India…
Rekomendasi Bulan Minim Hujan di Raja Ampat
16 Feb 2015
Rekomendasi ini disusun atas permintaan kolega kami dari Pusat Penelitian Biologi LIPI untuk keperluan mendukung rencana survei penelitian mengenai biota laut selama 3 pekan pada tahun 2015. …
CENS Memperkuat Konveksi dan Meningkatkan Hujan di Jakarta
11 Feb 2015
Analisis Hujan Penyebab Banjir Jakarta 9 Februari 2015 Oleh: Tim Monitoring Banjir Jakarta PSTA-LAPAN*) Ringkasan Aliran dingin di permukaan…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL