Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Jambore PUI Pemodelan Atmosfer Indonesia : Lebih Mengenal dan Memahami Produk PSTA
Penulis Berita : • Fotografer : • 23 Nov 2018

Bandung - Sumedang (21-22/11/2018), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) bersama Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Sumedang menyelenggarakan Jambore Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Pemodelan Atmosfer Indonesia. Setelah dibina menjadi Pusat Unggulan IPTEK pada tahun 2015-2016, PSTA ditetapkan sebagai PUI Pemodelan Atmosfer Indonesia pada tahun 2017 oleh Kemenristekdikti. Pada tahun 2018 ini, PSTA menyelenggarakan Jambore PUI dengan mengusung tema “Temu Pengguna Produk PSTA”.

Dalam Jambore PUI ini hadir seluruh instansi mitra kerjasama dan pengguna produk DSS PSTA yang terdiri dari : Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. DIY, BMKG Pusat Meteorologi Maritim, Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta, Garda Ca’ah dan Jaga Balai, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, serta balai – balai pengamatan LAPAN dari Pasuruan, Pontianak, Biak, Sumedang, dan Agam.

Kepala PSTA, Halimurrahman membuka acara Jambore PUI ini dengan harapan dapat mempererat tali silaturahim antar PSTA dengan para pengguna dan mitra kerjasama dalam melaksanan penelitian dan pengembangan (litbang) bersama, terutama pada produk DSS PSTA yang terdiri dari SADEWA, SANTANU, SEMAR, SRIKANDI, dan SRIRAMA. Lilik Slamet Prihatin, selaku Kepala Bidang Diseminasi PSTA menambahkan, penggunaan dan pengembangan DSS PSTA ini mendukung revolusi industri 4.0 dalam hal penggunaan Internet of Things (IoT), Internet of People (IoP), dan Internet of Everything (IoE).

Temu mitra dan pengguna DSS PSTA dalam Jambore PUI ini dimaksudkan untuk berdiskusi lebih dalam terkait pemanfaatan DSS PSTA yang telah diterapkan oleh masing – masing instansi, serta menganalisis setiap permasalahannya untuk perkembangan DSS lebih baik ke depannya. Untuk itu pada Jambore PUI hari ke-1 yang dilaksanakan di kantor LAPAN Bandung ini, peserta dikelompokkan ke dalam 3 Klaster : Klaster Maritim, Klaster Bencana Hidrometeorologi, dan Klaster Lingkungan.

Diskusi pada Klaster Maritim dipimpin oleh moderator Lilik Slamet Suprihatin terkait DSS SEMAR, AWS maritim, Meteorologi maritim untuk perikanan dan pelayaran, Zona potensi penangkapan ikan (ZPPI), dan Trend kondisi atmosfer laut dengan DSS SRIRAMA. Klaster Bencana Hidrometeorologi dipimpin oleh moderator Eddy Hermawan, berdiskusi terkait DSS SADEWA, SANTANU, Kondisi atmosfer ekstrem, Trend kondisi atmosfer ke depan dengan DSS SRIRAMA, dan Penerapan litbang sains atmosfer dengan IT. Sementara Klaster Lingkungan dipimpin oleh moderator Waluyo Eko Cahyono, berdiskusi terkait DSS SRIKANDI, Kondisi kualitas udara, Gas rumah kaca (GRK), dan Pemanfaatan DSS SADEWA untuk lingkungan.

Beranjak pada Jambore hari ke-2 yang dilaksanakan di BPAA LAPAN Sumedang, diawali dengan kunjungan lapangan melihat alat dan instrumentasi pengamatan atmosfer – antariksa yang dipasang di BPAA Sumedang. Jambore kemudian kembali difokuskan pada tiap – tiap klaster untuk berdiskusi menganalisis kasus yang diberikan oleh panitia. Analisis terhadap kasus tersebut didasari oleh pengamatan masing – masing DSS yang digunakan, yaitu SEMAR untuk Klaster Maritim, SADEWA untuk Klaster Bencana Hidrometeorologi, dan SRIKANDI untuk Klaster Lingkungan. Di akhir sesi studi kasus ini, perwakilan pengguna dari tiap – tiap klaster mempresentasikan hasil analisis klaster terhadap kasus yang diberikan tadi, dipimpin oleh Atep Radiana selaku moderator.

Para peserta Jambore mengakui adanya peningkatan pemahaman terhadap DSS yang selama ini telah digunakan, dengan adanya Jambore PUI ini. Antusiasme para peserta Jambore ditunjukkan dengan aktifnya dalam berdiskusi pada sesi klaster maupun analisis studi kasus. Jambore PUI ini pun ditutup oleh Kepala Bidang Diseminasi PSTA, Lilik Slamet Suprihatin dengan harapan para peserta dapat bekerjasama dalam pemanfaatan dan pengembangan DSS PSTA dengan lebih baik lagi. Sampai bertemu pada Jambore PUI Pemodelan Atmosfer Indonesia tahun 2019! J

(Diseminasi PSTA LAPAN/SR)




Others
SMP Daar El-Salam Belajar Iptek Keantariksaan
26 Feb 2015
Bandung – PSTA. Meyakini aktivitas kehidupan manusia dewasa ini tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada teknologi keantariksaan, perlu ada pemahaman sejak usia dini tentang Iptek Keantariksaan. Hal demikian yang…
Restrukturisasi LAPAN, perlukah?
26 Feb 2015
Bandung – PSTA. Perubahan struktur organisasi bukanlah suatu hal yang mustahil terjadi di institusi, baik pemerintahan maupun swasta. Pada umumnya perubahan tersebut dikarenakan kebutuhan efektifitas dan efisiensi tugas dan fungsi…
PSTA Persiapkan Seminar Sains Atmosfer 2015
25 Feb 2015
Bandung – PSTA. Seiring waktu berjalan, tidak terasa Seminar Sains Atmosfer tahun 2014 hampir satu tahun berlalu, tepatnya bulan Juni 2014. Tahun 2015 ini, Seminar Sains Atmosfer (SSA) direncanakan…
Wawasan Iptek Keantariksaan untuk Menambah Imtaq
18 Feb 2015
Bandung – PSTA . Pada umumnya visi suatu lembaga pendidikan formal akan mengarah kepada pembentukan pribadi peserta didik yang unggul penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Selanjutnya penguasaan Iptek…
CENS Memperkuat Konveksi dan Meningkatkan Hujan di Jakarta
11 Feb 2015
Analisis Hujan Penyebab Banjir Jakarta 9 Februari 2015 Oleh: Tim Monitoring Banjir Jakarta PSTA-LAPAN*) Ringkasan Aliran dingin di permukaan…
WRF – Chemistry untuk Pemodelan Kualitas Udara dan Kimia Atmosfer
03 Feb 2015
Bandung – PSTA . Untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang Weather Research and Forcasting (WRF), Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) – Lapan pada hari Selasa (3/2/2015) menyelenggarakan Focus Group…


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL