Berita

Layanan Informasi

Lapan @ Media


Knowledge Sharing DSS Sadewa dan Santanu
Penulis Berita : • Fotografer : • 24 Feb 2021

Bandung (23/2). PSTA-LAPAN memiliki tugas pokok penelitian dan pengembangan di bidang sains dan teknologi atmosfer untuk mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan daerah, ungkap Kepala Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Dr. Didi Satiadi, M.Sc., pada sambutannya di webinar Sains Atmosfer seputar Teknologi, Lingkungan, dan Iklim Terkini Seri 2 (SATELIT#2) bertajuk Knowledge Sharing DSS Sadewa dan Santanu, Selasa, 23 Februari 2021 dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung.

Kepala PSTA-LAPAN, selanjutnya menjelaskan bahwa pada kegiatan penelitiannya, PSTA-LAPAN mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah pusat maupun daerah diantaranya Satellite Disaster Early Warning System (Sadewa) dan Sistem Pemantauan Hujan Spasial (Santanu), tuturnya.

Kepala PSTA-LAPAN, Dr. Didi Satiadi, M.Sc. memberikan sambutan pada Webinar SATELIT#2, 23/02

Sadewa merupakan sistem yang berfungsi memberikan informasi atau peringatan potensi hujan dengan resolusi 5 km persegi, kata Didi, yang dimana potensi hujan ekstrem ini dapat berpotensi untuk menimbulkan kejadian bencana seperti banjir longsor dan sebagainya terutama di kota Bandung. Sadewa didukung oleh sistem pengamatan berbasis satelit dan juga sistem prediksi berbasis model atmosfer, lanjutnya.

Sedangkan Santanu, kata Didi, merupakan sistem pemantauan hujan berbasis radar x-band yang dapat memantau hujan secara spasial dan realtime diseluruh kota, dengan radius sekitar 40 km dengan resolusi spasial 120 meter dan resolusi waktu 2 menit sehingga diharapkan sistem Santanu ini dapat memantau curah hujan yang terjadi di Kota Bandung dari setiap 2 menit sekali. Pada saat ini Santanu, tegasnya, dipasang ada di Bandung dan juga Sumedang yang saling melengkapi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa saat ini kita dihadapkan pada tantangan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsi pemerintahan diantaranya untuk melaksanakan pelayanan publik, jelasnya.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dewasa ini, ungkap Yayan, telah berdampak pada perubahan-perubahan yang mendasar yang membawa menuju paradigma baru dalam memasuki era teknologi informasi dan komunikasi yang kemudian dikenal dengan revolusi industri 4.0, paparnya melalui media daring zoom meeting.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, S.Sos., M.Si., memberikan sambutan pada Webinar SATELIT#2, 23/02

Sejak tahun 2017 kota Bandung membangun berbagai macam insfrastruktur, mengembangkan SDM, dan mengembangkan berbagai macam aplikasi dalam rangka mewujudkan smartcity kota Bandung, lanjut Yayan. Hal itu dikarenakan tuntutan zaman dimana masyarakat kota Bandung yang akrab dengan teknologi kemudian perkembangan dunia internetnya juga sangat luas begitu juga dengan media sosial. Hal efektif dan efisien untuk mengakselerasi perkembangan teknologi dalam pengembangan smartcity adalah dengan cara berbagi pakai aplikasi dalam rangka memberikan pelayanan publik termasuk pemanfaatan sistem pendukung keputusan Sadewa dan Santanu, pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir para Pemateri dari para peneliti PSTA-LAPAN, yaitu:

  1. Dr. Ibnu Fathrio, M.Si., Peneliti Muda Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN
  2. Dr. Asif Awaludin, MT., Peneliti Madya Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN
  3. Farid Lasmono, ST., Peneliti Pertama Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN
  4. Dra. Sinta Berliana Sipayung, M.Sc., Peneliti Madya Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-LAPAN.

Photo bersama peserta Webinar SATELIT#2, 23/02

Humas: emge

Photo: Cece




Others


Kontak kami :
PSTA - LAPAN
Jl. Dr. Djunjunan No. 133 Bandung 40173 Telepon (022) 6012602, 6037445 Fax. (022) 6014998, 6037443


© 2017 - LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL